Sri Mulyani Bicara Pajak, Siswa SD Mengadu Sekolah Belum Jadi

“Ibu, kenapa bangunan sekolahnya belum jadi-jadi?” kata siswa SD asal Ende bernama Fikran.
Desy Setyowati
11 Agustus 2017, 14:40
Sekolah
Agung Samosir | Katadata

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima aduan dari siswa Sekolah Dasar (SD) di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengenai bangunan sekolah yang belum jadi. Aduan tersebut disampaikan saat Sri Mulyani tengah memberikan edukasi pajak kepada siswa SD di berbagai daerah melalui teleconference.

“Ibu, kenapa bangunan sekolahnya belum jadi?” kata siswa SD asal Ende bernama Fikran, Jumat (11/8). Menanggapi pertanyaan tersebut, Sri Mulyani berjanji akan bicara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Bupati Ende. Ia pun menjelaskan bahwa bupati bisa menggunakan uang pajak untuk membangun sekolah.

Uang pajak yang dimaksud Sri Mulyani adalah yang dianggarkan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK). “Nanti ibu cek ke sana. Tapi tanya ke Mendikbud dulu. Ibu juga akan lihat Bupati-nya, kenapa bangunan sekolahnya belum selesai? Kalau perlu DAK, harus bangun (itu), kan pakai uang pajak,” ucapnya. (Baca juga: Wapres JK Mengaku Pemerintah Sulit Atasi Ketimpangan Ekonomi)

Kepada para siswa, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pajak dipungut dari penghasilan para orang tua apapun pekerjaan ataupun usahanya. Tujuannya, untuk bahu-membahu menyumbang agar pemerintah bisa membangun seluruh infrastruktur dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, harapannya seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan penghidupan yang layak dan sejahtera. (Baca juga: Pemerintah Bakal Genjot Belanja untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,2%)

Advertisement

Dengan alasan yang sama, ia pun menjelaskan bahwa masyarakat tetap harus menyerahkan sebagian pendapatannya kepada negara meski tidak lagi di zaman penjajahan alias sudah merdeka. Selain untuk membangun berbagai fasilitas publik, dana dari masyarakat juga berguna untuk membantu masyarakat yang sangat miskin, melalui bantuan sosial (bansos).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait