Akses Jalan Tol Dibuka untuk Truk, Puncak Arus Balik Mulai Esok

Volume lalu lintas di tol Cipali khususnya di gerbang tol Palimanan Utama terus mengalami lonjakan. Pemudik disarankan tidak melakukan perjalanan balik bersamaan pada Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7).
Dimas Jarot Bayu
29 Juni 2017, 11:09
Geliat Mudik
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik Lebaran 2017 terjadi pada Jumat (30/6) dan Sabtu (1/7) mendatang. Arus balik bakal kian padat lantaran jalan tol bakal dibuka untuk truk dan kendaraan besar lainnya mulai Jumat (30/6).

Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo memprediksi kepadatan bakal terjadi terutama di jalan tol menuju Jakarta. Untuk itu, Kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Jika terjadi kemacetan di jalan tol, polisi juga bisa mengarahkan kendaraan melalui jalur Pantura.

"Kalau sudah terlanjur berada di jalan tol dan kondisinya macet bisa dihentikan perjalanannya sementara dengan ditampung di rest area atau tempat yang dianggap aman untuk istirahat," kata Sugihardjo saat meninjau Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (28/6). (Baca juga: Mudik Lebaran, Kemenhub: Jumlah Penumpang Pesawat Tembus 3,5 Juta)

Menurut dia, pihaknya tak bisa menambah jangka waktu larangan truk untuk melintas di jalan tol meski operasional truk bakal memperpadat arus balik. Penyebabnya, aktivitas distribusi barang juga dipengaruhi oleh pergerakan truk.

Ia hanya mengimbau agar truk yang tidak begitu berkepentingan menunda perjalanan melalui jalan tol hingga Senin (3/7). "Tapi kalau ada barang-barang yang urgent (penting), misalnya memenuhi komitmen untuk pengiriman ekspor, ya harus didorong. Kami tidak bisa menghambat ekonomi juga," kata dia.

Selain itu, larangan untuk truk juga tidak bisa diperpanjang lantaran kemacetan tak terjadi di semua tol. "Tidak bisa (truk) dilarang karena kalau dilarang di seluruh wilayah juga tidak boleh beroperasi, padahal kemacetannya itu di jalur tertentu saja," ucapnya.

Hingga Selasa (27/6) atau H+1 Lebaran, tercatat 88 ribu kendaraan yang melalui Gerbang Tol Cikarang Utama menuju Jakarta. Angka tersebut meningkat hingga 20 persen dari total Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) normal yang sebanyak 73 ribu kendaraan.

Meski begitu, Sugihardjo mengklaim, hingga Rabu (28/6), arus lalu lintas menuju Jakarta masih lancar. Namun jika terjadi kemacetan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk membuka 31 gerbang tol Cikarang Utama arah Jakarta. Saat ini, hanya 26 gerbang tol Cikarang Utama arah Jakarta yang dibuka.

"Kalau ada kepadatan sebagian arus kendaraan juga akan dibawa ke contra flow (lawan arus) sehingga kemacetan cepat menurun," ucapnya.

Sementara itu, PT Lintas Marga Sedaya selaku operator tol Cikopo-Palimanan (Cipali) melaporkan, volume lalu lintas di tol Cipali khususnya di gerbang tol Palimanan Utama terus mengalami lonjakan. Pada Rabu (28/6) siang, kendaraan menuju Jakarta mencapai 15.501 unit atau melonjak 79 persen dibanding Selasa (27/6) siang yang hanya 8.647 unit.

“Untuk menjaga kelancaran lalin (lalu lintas), kami mengoperasikan 25 gardu, dengan membuka 13 gardu untuk ke arah Jakarta dan 12 gardu untuk ke arah Cirebon. Pembagian gardu ini bisa berubah sewaktu-waktu dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Wakil Presiden Direktur PT LMS, Firdaus Azis.

LMS mengimbau, agar pemudik yang menggunakan jalan tol agar tidak melakukan perjalanan balik dalam waktu bersamaan, terutama pada Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7). Sebaiknya, memilih hari lainnya seperti Rabu dan Kamis. Hal ini untuk menghindari kemacetan.

Video Pilihan

Artikel Terkait