Kemenhub: 80 Persen Armada Mudik Selesai Uji Kelayakan

“Yang tidak layak (kami) suruh dia perbaiki dan ramp check lagi, kalau sudah lulus baru ada sticker, (kalau belum) tidak boleh, kami suruh tidur,” kata Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto.
Image title
3 Juni 2017, 07:00
Kereta mudik
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Petugas KAI memeriksa lokomotif di Dipo Lok Besar A Medan, Sumatera Utara, 9 Mei 2017. Lokomotif ini untuk menunjang angkutan mudik Lebaran 2017 menggunakan kereta api.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan sebanyak 80 persen transportasi massal untuk mudik Lebaran telah menjalani uji kelayakan alias ramp check. Kemenhub bakal terus melakukan uji kelayakan untuk memastikan seluruh moda transportasi mudik – darat, laut, udara ­– dalam keadaan prima.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan pihaknya bakal menggelar ramp check hingga 10 hari jelang Lebaran. “Kami minta bantuan ke dinas Perhubungan,” ucapnya usai diskusi media forum merdeka barat di Galeri Nasional Indonesia, Jumat (2/6).

Ia memaparkan, ramp check terhadap bis telah mencapai 80 persen dari total 48.790 bis. Ramp check dilakukan sejak 17 April di 7 terminal di pulau Jawa dan 7 lainnya di luar pulau Jawa. Selain itu, ramp check juga dilakukan di seluruh terminal penumpang tipe A. (Baca juga: Pertamina Siap Antarkan BBM untuk Pengendara Terjebak Macet Mudik)

Dalam pelaksanaannya, Pudji mengatakan banyak armada yang membandel. Namun ia meyakinkan, pihaknya akan menindak tegas armada yang tidak lulus atau belum ramp check. Pihaknya bakal mengeluarkan larangan beroperasi pada 15 Juni mendatang.

“Yang tidak layak (kami) suruh dia perbaiki dan ramp check lagi, kalau sudah lulus baru ada sticker, (kalau belum) tidak boleh, kami suruh tidur,” kata dia.

Di sisi lain, Kemenhub juga melakukan inspeksi keselamatan kereta api sudah dilakukan di 9 Daop dan 1 Divre. Sebanyak 270 lokomotif, 85 KRD (kereta rel diesel), dan 1590 kereta ikut diinspeksi. Selain itu pihaknya juga melakukan inspeksi pada 320 titik jalur dan bangunan di daerah rawan, serta 154 titik fasilitas operasi dan 127 titik perlintasan. (Baca juga: Menhub Minta KAI Jual Tiket Tambahan Mudik dengan Kereta Baru)

Inspeksi juga dilakukan untuk pesawat terbang dan sarana udara. Inspeksi telah dilakukan terhadap 532 pesawat. Selain itu, inspeksi juga sudah dilakukan pada fasilitas keamanan penerbangan, kelayakan udara, dan navigasi penerbangan di 25 bandar udara. “Untuk pesawat udara sudah 86 persen, sebab itu kan mudah diketahui dan tidak pergi kemana-mana,” ucapnya. (Baca juga: AP II Beri Diskon Maskapai Penyedia Penerbangan Tambahan Mudik)

Untuk sarana dan prasarana laut inspeksi dilaksanakan di 13 pelabuhan pada 17 april sampai 30 juni mendatang. Pelabuhan yang dimaksud di antaranya Merak, Makassar, Belawan, Ambon, Balikpapan, Nunukan, Sorong, Tanjung Emas, Semarang, Tanjung Perak, Surabaya, Lembar, Batam, Manado, dan Bitung. Sebanyak 1748 kapal laut sudah diinspeksi.

Selain menjamin kebugaran moda transportasi, Kemenhub juga berupaya untuk menekan jumlah mudik menggunakan sepeda motor. Sebab moda ini dinilai paling rawan mengalami kecelakaan lalu lintas. Maka itu, Kemenhub menambah kapasitas armada untuk program mudik gratis. (Baca juga: Rawan Kecelakaan, Menhub Minta Pemudik Tak Gunakan Motor)

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1220 bis dan truk disiapkan untuk mengangkut sekitar 208 ribu pemudik. “Kami tingkatkan sampai 200 persen lebih sebanyak 1220. Dari 384 tahun lalu, itu (naik) 218 persen,” ujar dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait