Terseret Korupsi Alkes, Amien Rais Akui Terima Uang Soetrisno Bachir

Miftah Ardhian
2 Juni 2017, 13:39
amien rais
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Politisi Senior PAN Amien Rais (tengah) memberikan keterangan kepada awak media tentang aliran dana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, di Jakarta, Jumat (2/6).

Nama Amien Rais terseret aliran dana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan. Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengakui pernah menerima transfer dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sebesar Rp 600 juta pada 2007 silam. Dana itu diklaim sebagai bantuan dari sahabat untuk kegiatan operasionalnya. 

"Pada waktu itu, Soetrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain," ujar Amien saat konferensi pers di Rumahnya, Gandaria, Jakarta (2/6).

Menurut dia, bantuan yang diberikan Soetrisno kepada dirinya merupakan hal yang wajar. Alasannya, keduanya sudah bersahabat lama bahkan sebelum PAN berdiri di tahun 1998. Amien mengatakan, sebagai pengusaha yang cukup sukses pada masa itu, Soetrisno memang selalu memberikan bantuan pada berbagai kegiatannya, baik kegiatan sosial maupun kegiatan keagamaan. 

Sebelumnya, dalam sidang tuntutan dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Jaksa Penuntut Umum KPK menyebutkan, dana keuntungan dari proyek tersebut juga mengalir ke rekening Amien Rais. 

Menurut Jaksa KPK, rekening Amien Rais tercatat menerima enam kali transfer dana hasil korupsi pengadaan proyek tersebut dengan nominal masing-masing Rp 100 juta. Rekening Amien Rais tercatat pertama kali menerima pada 15 Januari 2007. Kemudian dilanjutkan pada 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007. Alhasil, ia diduga ikut memperoleh keuntungan sebesar Rp 600 juta.

Menurut Amien, Soetrisno memang sosok yang dermawan dan sering menyalurkan bantuan kepada berbagai pihak, bukan hanya dirinya. Namun, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di era Gus Dur tersebut mengaku tidak mengetahui dari mana asal dana bantuan tersebut.

Ia mengaku pernah menanyakan alasan Soetrisno kerap membantu kegiatan operasionalnya. "Dia jawab 'saya disuruh ibunda saya untuk membantu Anda," ujar Amien menirukan jawaban Soetrisno saat itu.

Lantaran merasa bahwa dana transfer tersebut sebagai bantuan sahabat, ia pun tak terima jika dirinya dikait-kaitkan dengan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan. "Nah, kalau kejadian 10 tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial, tentu akan saya hadapi dengan jujur, tegas, dan apa adanya," ujar Amien. 

Rencananya, Amien juga akan segera berkunjung ke kantor KPK untuk menjelaskan duduk perkara transfer dana tersebut secara lebih rinci. Hal itu dilakukan lantaran dirinya berencana untuk berangkat umroh ke Mekkah, Arab Saudi pada 8 Juni 2017. Dirinya tidak ingin disebut lari dari tanggung jawab apabila pergi umroh tanpa mengunjungi KPK terlebih dulu.

"Nanti di KPK akan saya jelaskan lebih lanjut. Boleh bertanya apapun di sana," ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait