Gaet Utang Rp 975 Miliar, LEN Garap Palapa Ring Paket Tengah

Bila konstruksi dimulai sesuai jadwal, jaringan serat optik untuk Indonesia bagian tengah ini bisa beroperasi mulai triwulan I 2018.
Ameidyo Daud Nasution
29 Agustus 2016, 20:02
Internet digital
Arief Kamaludin|KATADATA

Pembangunan Proyek Palapa Ring II Paket Tengah bakal dimulai pada Januari tahun depan. Kepastian waktu pembangunan jaringan serat optik nasional untuk wilayah Indonesia bagian tengah ini setelah PT LEN Telekomunikasi Indonesia selaku kontraktor mengantongi pinjaman sindikasi sebesar Rp 975 miliar.

Kucuran pinjaman terbesar berasal dari PT Indonesian Infrastructure Finance (IIF) sebesar Rp 500 miliar. Selain itu, Bank Negara Indonesia (BNI) menggelontorkan pinjaman sebesar Rp 280 miliar, dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 195,3 miliar. Adapun total nilai proyek tersebut mencapai Rp 1,2 triliun.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, proyek tersebut akan menghubungkan 28 kabupaten atau kota di Indonesia bagian tengah. “Ada 17 kabupaten yang dihubungkan dan 11 interkoneksi,” kata dia usai acara penandatanganan kucuran pinjaman kepada LEN tersebut di Jakarta, Senin (29/8).

Sementara itu, Direktur Utama LEN Telekomunikasi Indonesia Raden Wahyu Panca Gelora mengatakan setelah penandatanganan itu maka pihaknya akan mulai memesan kabel dan alat lain. Dengan begitu, proses konstruksi dapat dimulai sesuai jadwal, yaitu Januari tahun depan.

LEN juga akan menyelesaikan beberapa proses perizinan di tingkat daerah. Bila konstruksi dimulai sesuai jadwal, Panca optimistis proyek itu sudah dapat beroperasi pada triwulan I 2018 mendatang.

Palapa Ring II merupakan proyek kabel serat optik nasional yang akan menjadi tulang punggung internet pita lebar (broadband) di Tanah Air. Total panjang kabel yang dibangun di bawah laut mencapai 35.280 kilometer dan di daratan 21.807 kilometer. (Baca: Pemerintah Targetkan Seluruh Daerah Terakses Internet Cepat pada 2019).

Proyek ini akan menjangkau semua provinsi serta 440 kota dan kabupaten. Dengan proyek ini pemerintah menargetkan masyarakat di perkotaan bisa mendapat akses internet dengan kecepatan 20 Mbps dan 10 Mbps di perdesaan.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait