Tes PCR 42.219 Orang, Hasilnya 15% atau Lebih 6.500 Positif Corona

Sebaran kasus telah mencapai 250 kabupaten/kota di 34 provinsi atau seluruh Indonesia.
Martha Ruth Thertina
19 April 2020, 16:51
jumlah pasien corona, corona, virus corona
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Petugas membenahi salah satu ruangan di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Pemeriksaan corona masih terus berjalan. Hingga Minggu tengah hari, 19 April 2020, lebih dari 42 ribu orang telah menjalani pemeriksaan swab dengan metode Polymerase Chain Reaction alias tes PCR, lebih dari 6.500 di antaranya positif terinfeksi corona atau Covid-19. Sebaran kasus yakni di 250 kabupaten/kota di 34 provinsi atau seluruh Indonesia. 

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memerinci, sebanyak 42.219 orang telah menjalani tes PCR. Sebanyak 35.644 orang di antaranya negatif Covid-19, sedangkan 6.575 orang positif. Dari jumlah orang yang positif, sebanyak 686 orang sembuh, terbanyak di Jakarta 234 orang, diikuti Jawa Timur 98 orang. 

Sedangkan jumlah yang meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 582 orang. Jumlah ini mengacu pada hasil tes PCR. “Bila sebelum meninggal sempat dilakukan swab dan positif, masuk ke sini,” ujar Yurianto dalam Konferensi Pers di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (19/4).   

(Baca: JK: Kurangnya Ketegasan Pemerintah Bisa Berbuah Masalah Besar Corona)

Advertisement

Sejauh ini, 178.883 orang dalam status orang dalam pemantauan alias ODP sehingga wajib isolasi diri. Sedangkan 178.883 berstatus pasien dalam pemantauan atau PDP. Bila hasil tes PCR dari PDP positif maka akan masuk dalam data positif Covid-19.

Saat ini terdapat 35 laboratorium yang aktif untuk tes PCR. Jumlah laboratorium dipastikan bakal bertambah lantaran Minggu malam ini akan datang tambahan reagen untuk tes PCR. Reagen adalah zat atau senyawa yang dibutuhkan dalam tes PCR. “Nanti malam diterima, langsung didistribusi,” ujar Yurianto.

Ia pun meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, memasyarakatkan pengunaan masker, tidak mendiskriminasi pasien Covid-19 yang telah sembuh, serta meningkatkan imunitas dengan makanan bergizi, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. “Keberhasilan membendung penularan Covid-19 akan sangat mempengaruhi beban perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

(Baca: Kekurangan Alat Pelindung Medis Picu Persaingan Antar-Rumah Sakit)

Di luar itu, ia berpesan untuk mewaspadai wabah lainnya, yakni demam berdarah yang juga tengah berkembang. Kewaspadaan yakni dengan menguras dan membersihkan tempat penampungan air guna memberantas sarang nyamuk.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait