GoPay dan DANA Siap Proses Pembayaran Kode QR Standar Mulai 2020

Dengan penerapan standar QR Indonesia (QRIS), merchant tidak perlu memiliki QR Code berbeda dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran.
Image title
26 Desember 2019, 20:18
QRIS, Gopay, Dana, Standar QR Indonesia
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Head of Corporate Communication GoPay Winny Triswandhani (tengah) bersama Ketua NU Care - LAZISNU Achmad Sudrajat (kanan) dan Asisten Direktur Divisi Perizinan SP dan Elektronifikasi KPW Bank Indonesia DKI Jakarta Ria Swandito (kiri) mencoba sedekah di Kotak Infaq Nahdlatul Ulama (KOIN NU) QRIS di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Fintech pembayaran digital GoPay dan DANA siap menerapkan QR Code Indonesian Standard (QRIS) secara luas mulai 1 Januari 2020. Sosialisasi kepada merchant telah dilakukan dalam beberapa bulan ini.

QRIS adalah kode QR standar untuk pembayaran di Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Pembayaran Indonesia. Dengan adanya standar ini maka penyedia barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki QR Code berbeda dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran.

QRIS disusun dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Saat ini, standar tersebut telah digunakan di berbagai negara seperti India, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Penggunaan standar yang sama ini akan memudahkan interoperabilitas.

(Baca: LinkAja hingga GoPay Bicara Soal Aturan Promosi dan Pembaruan Regulasi)

Advertisement

Head of Government Relations and Policy GoPay Brigitta Ratih Aryanti mengatakan pihaknya ikut mendukung sosialisasi QRIS kepada merchant yang digelar BI. Sejak Juli 2019 hingga saat ini, beberapa kota sudah disambangi seperti, Tarakan, Medan, Cirebon, Bandung, Jakarta, Palembang, dan Kendari.

"Pada setiap acara itu, GoPay melakukan migrasi rekan usaha GoPay untuk mengadaptasi QRIS," ujar Brigitta kepada katadata.co.id, Kamis (26/12). Adapun untuk penggunaan QRIS, BI menetapkan biaya transaksi yang ditanggung merchant atau merchant discount rate (MDR) sebesar 0,7% untuk tiap transaksi.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 100 ribu merchant GoPay yang terdaftar dan tengah menjalani pergantian sistem dari QR menjadi QRIS, secara bertahap. “GoPay akan mengerahkan upaya terbaik untuk memenuhi tenggat waktu 1 Januari 2020 dari Bank Indonesia,” ujarnya.

Penggunaan QRIS bukan hanya untuk transaksi barang dan jasa, tapi juga layanan lain seperti donasi. Brigitta menjelaskan, GoPay telah memperkenalkan cara baru bersedekah lewat metode scan kode QRIS di KOIN NU (Kotak Infaq Nahdlatul Ulama).

Dengan cara ini, masyarakat dapat dengan mudah memberikan donasi dengan uang elektronik apapun. GoPay telah memasang QRIS di 2 ribu KOIN NU.

(Baca: Strategi Fintech DANA Hadapi WhatsApp Pay hingga Facebook Pay)

Senada dengan GoPay, fintech pembayaran digital DANA juga menyatakan siap dengan penerapan QRIS. Saat ini, pihaknya belum menetapkan 0,7% MDR pada setiap transaksi. Namun, pihaknya siap menerapkan ketentuan tersebut.

"DANA dapat digunakan di QRIS siapapun acquirer dan merchant, DANA dapat menerima siapapun issuer-nya," ujar Communications Officer DANA Chrisma Albandjar kepada Katadata.co.id Kamis (26/12). Adapun per Oktober 2019, DANA memiliki 30 juta pengguna dengan rata-rata transaksi 2 juta per hari.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait