Resmi Jadi Mendikbud, Ini Surat Pamit Nadiem untuk Karyawan Gojek

Menyusul pamitnya Nadiem, co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo berbagi peran dalam memimpin perusahaan.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
23 Oktober 2019, 14:34
Nadiem Menteri Pendidikan, Nadiem Mendikbud, Nadiem Makarim, Nadiem Makarim Gojek, Gojek, Pengganti Nadiem, Kabinet Jokowi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Mendikbud: Nadiem Makarim di halaman Istana Merdeka, Jakarta Puaat (23/10/2019). Hari ini presiden Joko Widodo mengumum para calon Menteri dan Pejabat Setingkat Menteri Periode Tahun 2019-2024.

Pendiri Gojek Nadiem Makarim resmi menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam Kabinet Jokowi. Kemarin, Nadiem menyatakan telah melepas jabatan sebagai CEO dan segala kewenangannya di Gojek. Ia pun berpamitan kepada seluruh karyawan melalui surat elektronik pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Dalam surat tersebut, Nadiem mengenang proses pendirian Gojek hingga kini menjadi perusahaan besar. Selain itu, ia menceritakan peran besar Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo dalam memimpin Gojek selama ini. Dua co-CEO Gojek tersebut berbagi tugas memimpin Gojek, menyusul pamitnya Nadiem. Berikut isi surat Nadiem sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Gojek.

(Baca: Dipilih Jokowi Jadi Mendikbud, Nadiem: Saya Lebih Mengerti Masa Depan)

“Gojek dimulai dari nol, hanya bermodal tekad yang kuat untuk membawa perubahan. Saat itu, kita melihat rumitnya lalu lintas Jakarta, padahal ada komunitas ojek yang bisa menjadi solusi jika saja ada yang mengorganisir mereka sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih efisien. Berawal dari tekad untuk memudahkan hidup keseharian semua orang, Gojek lahir dengan dukungan dari begitu banyak teman, partner bisnis, investor dan stakeholders. Saat ini, Gojek telah menjadi ikon untuk masa depan Indonesia dan Asia Tenggara.

Saya pamit dari Gojek dan saya percayakan kepemimpinan pada dua sosok terbaik yang paling mumpuni, yaitu Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo sebagai co-CEO. Keduanya memainkan peran kunci dalam membawa perusahaan yang bermula dari sebuah kantor kecil di Jakarta Selatan ke panggung dunia.

Banyak keberuntungan yang memihak pada Gojek selama perjalanan ini, tapi saya percaya keberuntungan dalam menjalankan bisnis hanya punya nilai jika ada sosok-sosok brilian yang tahu cara memanfaatkannya. Kevin dan Andre adalah mentor dalam perjalanan saya menjadi seorang leader, mereka adalah talenta-talenta terbaik di Gojek. Keduanya yang menjalankan perusahaan ini selama beberapa tahun terakhir dan saya memiliki keyakinan penuh bukan hanya pada kemampuan mereka dalam hal teknis dan eksekusi, tapi juga yang terpenting, pada integritas dan komitmen di tiap langkah dan keputusan mereka.

Membangun bisnis seperti Gojek sangat menguras tenaga dan emosi, tapi Andre dan Kevin selalu menghadapinya dengan kepala dingin dan komitmen yang tidak pernah padam. Tidak ada yang lebih tepat dari mereka untuk memimpin Gojek di fase pertumbuhan berikutnya.”

(Baca: Foto: Potret Lengkap Kabinet Jokowi 2019 - 2024)

Dalam pernyataan bersamanya, Andre dan Kevin mengungkapkan kesedihan atas keluarnya Nadiem. Keduanya menyatakan bertekad membawa Gojek semakin kuat ke depan. “Ketika seorang teman dan mentor meninggalkan usaha yang telah Anda bangun bersama, tentu akan ada kesedihan. Tetapi kami berdua bertekad bahwa Gojek ke depan akan semakin kuat. Kami akan terus fokus untuk mencapai visi Gojek 10 tahun ke depan,” kata mereka.

Perusahaan mencatat, di bawah kepemimpinan Andre dan Kevin, Gojek telah tumbuh pesat dengan memproses lebih dari 2 miliar transaksi per tahun. Proses pengumpulan dana (fundraising) Gojek juga telah menarik perhatian perusahaan global papan atas seperti Google, Sequoia, Tencent, Mitsubishi, hingga Temasek serta Astra International. Bahkan, pendanaan Seri F terakhir yang telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$2 Miliar.

Gojek juga telah berekspansi dengan meluncurkan layanan di Singapura, Thailand dan Vietnam. Sedangkan di tanah air, Gojek menjadi aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan, dimana layanan pesan-antar makanan dan pembayarannya telah menggantikan layanan transportasi sebagai usaha paling besar saat ini di grup Gojek.

Dalam struktur baru, Andre akan fokus pada pengembangan strategi korporasi, meliputi pengelolaan alokasi modal, ekspansi internasional serta layanan pembayaran dan jasa keuangan. Sedangkan Kevin akan fokus pada pengembangan produk Gojek serta pemasaran, pengembangan organisasi dan juga bisnis ride hailing dan pesan-antar makanan.

Profil Gojek

Grup Gojek merupakan perusahaan berbasis teknologi penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital. Gojek berdiri pada 2010 dan meluncurkan aplikasi pada 2015.

Berawal dari layanan kurir pengantaran barang dan transportasi roda dua, Gojek kemudian berkembang menjadi Super App yang menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran digital, pesan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya.

Gojek kini beroperasi di 207 kota di lima negara di Asia Tenggara. Berdasarkan data internal perusahaan, per kuartal ketiga 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna. Perusahaan memiliki lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu mitra merchants, dan lebih dari 60 ribu penyedia layanan di Asia Tenggara.

Video Pilihan

Artikel Terkait