Mudik Lebaran, Traveloka Siapkan 400 Ribu Lebih Inventori Penginapan

Beroperasinya Tol Trans Jawa dan keinginan untuk mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan menjadi faktor pendorong naiknya permintaan penginapan.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
21 Mei 2019, 21:59
Traveloka mudik 2019
ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 73, di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018).

Perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring, Traveloka, menambah inventori penginapan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat momen mudik 2019. Saat ini, perusahaan telah memiliki lebih dari 400 ribu inventori penginapan, berupa hotel, vila, resort, hingga apartemen.

General Manager Accommodations Traveloka John Safenson mengatakan, pihaknya menambah inventori hampir untuk semua penginapan, terutama di wilayah wisata dan kota penghubung mudik. “Hampir lebih dari 90% (mitra inventori) saya pastikan sudah mencakup semua kota-kota besar di Indonesia,” ujar John saat ditemui di Jakarta, Selasa (21/5).

(Baca: Traveloka dan Tiket.com Perang Diskon Sebelum Ramadan)

John optimistis, dengan penambahan inventori, pelanggan dapat memperoleh penginapan yang memadai. “Kami pastikan (pelanggan) tetap dapat kamar karena kami sudah sangat siap,” ujarnya. Untuk memastikan layanan optimal, pihaknya juga menyiagakan customer service selama 24 jam.

Head of Marketing Accomodation Traveloka Shirley Lesmana mengatakan bahwa tren kenaikan akomodasi selama masa mudik tahun ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Faktor pertama, yakni Tol Trans Jawa yang sudah mulai beroperasi.

Shirley mengatakan, berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini akan meningkat 18% dibandingkan tahun lalu. “Di sisi lain, para pemudik dengan mobil pribadi yang meningkat juga berakibat pada tingginya kebutuhan akomodasi untuk singgah selama perjalanan mudik,” ujarnya.

(Baca: Pendapatan Traveloka dari Jual Tiket Pesawat ke Luar Negeri Naik 70%)

Faktor kedua, yakni pengalaman berlibur. Ia mengatakan bahwa masyarakat kini memandang akomodasi penginapan seperti hotel bukan hanya menjadi tempat untuk singgah atau menginap, melainkan destinasi untuk liburan. “Penambahan inventori ini kami harapkan dapat memaksimalkan (potensi) lonjakan permintaan akomodasi saat mudik,” ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait