Perusahaan Teknologi Asal Jepang Bayar Gaji Karyawan Pakai Bitcoin

“Karyawan bisa memperoleh gaji dalam bitcoin jika mereka menginginkannya,” kata Juru Bicara GMO Internet Harumi Ishii.
Martha Ruth Thertina
Oleh Martha Ruth Thertina
15 Desember 2017, 19:02
Bitcoin
Wikimedia

Perusahaan teknologi asal Jepang, GMO Internet, bakal mulai membayar sebagian gaji karyawannya dengan menggunakan bitcoin. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai mata uang digital.

GMO Internet bakal mulai membayar hingga 100 ribu yen atau sekitar Rp 12 juta per bulan dengan bitcoin untuk karyawannya di Jepang mulai Februari 2018. “Karyawan bisa memperoleh gaji dalam bitcoin jika mereka menginginkannya,” kata Juru Bicara perusahaan Harumi Ishii, seperti dikutip The Guardian, Jumat (15/12).

(Baca juga: Mata Uang Digital Ripple Makin Populer, Lonjakan Harga Lampaui Bitcoin)

Adapun GMO Internet adalah perusahaan yang bergerak di bisnis terkait website, termasuk di bidang finansial, iklan online, dan infrastruktur internet. Pada Mei 2017 lalu, perusahaan tersebut memulai bisnis di bidang perdagangan mata uang digital dan berencana masuk ke bisnis penambangan bitcoin.

Harumi menjelaskan, penawaran gaji dalam bitcoin tersebut diberikan kepada 4 ribu karyawan GMO Group di Jepang. Adapun bitcoin sudah menjadi alat pembayaran yang sah di Negeri Sakura. Pemerintahnya telah mengizinkan pedagang atau merchant di negara tersebut untuk menerima pembayaran dalam bitcoin.

(Baca juga: OJK Sulit Mengatur Investasi Bitcoin karena Tiga Faktor)

Harga bitcoin tercatat meningkat lebih dari 1.000% sejak akhir tahun lalu. Mengacu pada coindesk.com, harga bitcoin berada di level US$ 968 atau sekitar Rp 13 jutaan pada pada akhir 2016, sedangkan pada Jumat (15/12) ini, harga tertingginya berada di level US$ 17.801 atau sekitar Rp 241 juta. 

Video Pilihan

Artikel Terkait