Kilang LNG Masela Bakal Dibangun di Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Gubernur Maluku Murad Ismail berharap Amdal dan pengadaan lahan dapat rampung tahun depan, sehingga pembangunan fisik berjalan mulai 2021.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
5 November 2019, 16:05
Blok Masela, Kilang LNG Blok Masela, Lokasi Kilang Blok Masela
Verda Nano Setiawan/Katadata
CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda (tengah) memberikan keterangan kepada media massa mengenai proyek Lapangan Abadi Blok Masela pada Selasa (16/7).

Kilang LNG Blok Masela akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Gubernur Maluku Murad Ismail berharap analisis mengenai dampak lingkungan dan pengadaan lahan dapat rampung pada tahun depan.

Bila urusan perizinan dan pengadaan lahan rampung sesuai ekspektasi, pembangunan fisik bisa berjalan pada 2021. "Harapannya produksi gas bumi dapat disegerakan," Ujar Murad seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (5/11).

Penunjukan lokasi ini ditandai dengan penyerahan surat permohonan penetapan lokasi dan surat rekomendasi Gubernur dari Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto kepada Murad.

(Baca: Jonan Titip Proyek Blok Masela kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif)

Penyerahan surat tersebut dilakukan pada Senin, 4 November 2019, di Ambon. Penyerahan surat disaksikan oleh Presiden Inpex Akihiro Watabe dan Kepala DPRD Provinsi Maluku Lucki Wattimury.

Murad mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku mendukung penuh percepatan pembangunan kilang tersebut. Proyek itu diharapkan memberikan dampak berganda bagi masyarakat.

Di sisi lain, Dwi mengatakan proyek Masela wajib memperhatikan tiga hal, yakni kualitas, jadwal penyelesaian, dan biaya. Menurut dia, kualitas sangat penting karena kilang LNG yang dibangun akan dioperasikan untuk jangka waktu yang panjang yakni hingga 2055.

Sedangkan penyelesaian proyek yang sesuai dengan jadwal perlu diupayakan. Sebab, semakin cepat proyek rampung maka hasilnya akan segera dinikmati. "Namun demikian untuk melakukan keduanya tetap harus memperhatikan cost atau biaya. Harus menggunakan biaya yang efesien," kata dia

(Baca: SKK Migas Cari Pembeli Gas Blok Masela)

Pemerintah berharap Blok Masela dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi setara 10,5 juta ton per tahun (mtpa). Ini terdiri dari 9.5 juta ton LNG per tahun dan gas pipa sebesar 150 mmscfd.

Besaran investasi untuk pengembangan proyek tersebut mencapai US$ 18 miliar - US$ 20 miliar. Sedangkan produksi diharapkan berjalan mulai 2027.

Video Pilihan

Artikel Terkait