Terlambat Beri Jaminan, Kontrak Migas Blok West Ganal Gagal Diteken

Neptune Energy belum menyerahkan bank garansi (perfomance bond).
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
14 Oktober 2019, 22:24
Blok West Ganal, lelang blok migas, Pertamina
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi Blok Migas

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC) gross split blok West Ganal batal dilakukan pada Senin, 14 Oktober 2019. Penyebabnya, anggota konsorsium pemenang blok migas tersebut yakni Neptune Energy telat menyerahkan bank garansi (perfomance bond).

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Djoko Siswanto menjelaskan performance bond dibagi ke masing-masing anggota konsorsium sesuai hak partisipasi yang dipegang. Anggota konsorsium lainnya yaitu Pertamina dan Eni Indonesia sudah menyerahkan performance bond. “Pertamina sudah, Eni sudah, tapi Neptune-nya belum," kata dia di Gedung Kementerian ESDM, Senin (14/10).

(Baca: Arcandra Sebut Empat Perusahaan Akses Lelang Dokumen Migas Tahap III)

Ia mengatakan belum ada jadwal baru untuk penandatangan PSC Blok West Ganal. Namun, ia memastikan Neptune akan menyerahkan performance bond pada Selasa, esok. "9Jadwal baru) tunggu dulu bukti penyerahan performance bond," ujarnya.

Kementerian ESDM mengumumkan konsorsium Pertamina, Eni Indonesia, dan Neptune Energy sebagai pemenang lelang blok West Ganal di lepas pantai Kalimantan Timur, pada 26 Agustus 2019. Nilai investasi komitmen pasti lima tahun pertama di blok tersebut sebesar US$ 159,3 juta. Sedangkan bonus tanda tangan sebesar US$ 30,1 juta.

(Baca: Hampir Setahun Dilelang, WK Migas West Kampar Tak Diminati Investor)

Investasi komitmen pasti akan digunakan untuk studi geologi dan geofisik, pengeboran empat sumur eksplorasi, seismik 3D 600 kilometer (km), dan seismik 2D 600 km persegi. Sebelumnya, Pertamina menyatakan West Ganal diperkirakan masih memiliki kandungan gas lebih dari 600 billion standard cubic feet (BSCF). 

Video Pilihan

Artikel Terkait