Kerjakan EOR di Belira, Pertamina EP Anggarkan US$ 18,6 Juta Tahun Ini

Pertamina tengah mempersiapkan Water Treatment and Injection Plant di lapangan Belira. Seiring persiapan tersebut, pengeboran sumur injeksi sudah dimulai.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
11 Oktober 2019, 14:24
Pertamina, EOR Pertamina
Pertamina EP

Pertamina EP sedang mengerjakan proyek pengurasan sumur minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR) dengan menginjeksi air (waterflood) pada sumur di lapangan migas Belimbing dan Ramba (Belira). Proyek tersebut bertujuan untuk mendongkrak produksi minyak.

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan belanja modal (capex) untuk proyek waterflood sebesar US$ 18,6 Juta tahun ini. "Capex Ramba sekitar US$ 2,6 juta dan Belimbing sekitar US$ 16 juta," kata Nanang kepada katadata.co.id, Jumat (11/10).

(Baca: SKK Migas Sebut Ada Potensi 7,5 Miliar Barel Minyak Siap Dieksplorasi)

Ia menjelaskan, untuk proyek waterflood tersebut, perusahaan akan membuat Water Treatment and Injection Plant (WTIP) di lapangan Belimbing di area prabumulih Asset 2 dan lapangan Ramba di area Muba Asset 1.

Pembangunan WTIP akan dilaksanakan pada tahun depan. Namun, persiapannya sejak saat ini. Seiring persiapan tersebut, pengeboran sumur injeksi sudah dimulai di lapangan Beimbing.

Pertamina EP memprioritaskan proyek EOR di sembilan lapangan migas yakni Lapangan Tanjung, Sukowati, Rantau, Sago, Ramba, Jirak, Limau, Tambun dan Jatibarang. Di Lapangan Sukowati, EOR masih dalam tahap studi.

(Baca: Pertamina Ingin Pakai CO2 dari Tiung Biru untuk Proyek EOR di Sukowati)

"Sukowati masih tahap studi. Awal tahun depan (selesai) insya Allah," kata dia. Setelah itu, studi EOR akan dilakukan di lapangan Tambun.

Video Pilihan

Artikel Terkait