Pertamina Target Sumur YYA-1 Blok ONWJ Tutup Permanen Akhir Bulan Ini

Setelah penutupan sumur rampung, perusahaan baru akan melakukan investigasi atas penyebab kebocoran minyak dan gas.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
20 September 2019, 14:59
Penutupan sumur Blok ONWJ, atasi tumpahan minyak pertamina, tumpahan minyak karawang, kebocoran minyak pertamina
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Tumpahan minyak Pertamina ONWJ yang bocor di tengah Laut Pasir Putih, Karawang, Jawa Barat (20/8).

Pertamina menargetkan penutupan sumur YYA-1 di Blok ONWJ (Offshore North West Java) dapat terealisasi pada akhir September. Penutupan sumur dilakukan lewat pengeboran relief well. Per 19 September, pengeboran telah mencapai kedalaman 2.730 meter, dan mendekati .

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu optimistis usaha tersebut akan berhasil. "Secara teknis kami optimistis bahwa dengan relief well, sumur bisa segera ditutup secara permanen," kata dia saat Konferensi Pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9).

Seiring upaya penutupan sumur, Dharmawan menyatakan perusahaan terus melakukan penanganan terhadap dampak sosial dan lingkungan hidup imbas tumpahan minyak dan gas. Ini dinilainya sebagai bentuk komitmen Pertamina kepada masyarakat.

(Baca: Petaka Tumpahan Minyak, Laut Jawa Tercemar)

Setelah penutupan sumur rampung, perusahaan baru akan melakukan investigasi penyebab kebocoran minyak dan gas dari sumur tersebut. “Kami berharap akan menjadi perusahaan yang lebih kuat lagi. Tidak hanya sisi teknikal tapi juga respons, bagaimana meningkatkan kemampuan dalam sosial manajemen dan manajemen lingkungan," kata dia.

Di sisi lain, Komandan Insident Manajement Team Taufik Adityawarman mengatakan, pihaknya tidak akan memburu-buru menyelesaikan pengeboran relief well. Meskipun, jarak pararel antara relief well dengan sumur yang akan ditutup sudah mendekati 0,46 meter.

(Baca: Pertamina Beri Kompensasi Rp 900 Ribu ke Korban Tumpahan Minyak ONWJ)

"Kami tidak bisa meminta ahli supaya cepat sampai finish. Kami tidak ingin mereka lengah dan berdampak dengan yang tidak kami inginkan," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.M. Karliansyah memperkirakan penutupan sumur bisa selesai antara 23 September sampai 8 Oktober 2019.

Video Pilihan

Artikel Terkait