Bangun Smelter di Papua, Antam Dapat Calon Mitra Baru dari Tiongkok

Calon mitra dari Tiongkok telah menyetujui beberapa persyaratan, di antaranya Antam memegang saham mayoritas dalam kerja sama tersebut.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
17 September 2019, 15:33
rencana pembangunan smelter nikel antam di papua
Katadata

Aneka Tambang (Antam) dan perusahaan asal Tiongkok tengah menjajaki kerja sama pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua. Rencananya, smelter tersebut akan menerima pasokan nikel dari anak usaha Antam yaitu Gag Nikel.

Presiden Direktur Gag Nikel Risono mengatakan perusahaan asal Tiongkok itu telah menerima beberapa persyaratan untuk bermitra dengan Antam. Persyaratan tersebut antara lain Antam memegang saham mayoritas dalam kerja sama tersebut.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah kerja sama betul-betul akan terjalin. "Masih 50:50, karena masih banyak term yang harus diputuskan," kata dia kepada katadata.co.id, Selasa (17/9).

(Baca: Kemenperin Undang Investor Bangun Pabrik Pengolahan Limbah Smelter)

Ia menjelaskan, dari pihak Antam, ada beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih mitra, antara lain perusahaan tersebut memiliki market share internasional, teknologi, berpengalaman dalam pengoperasian smelter, serta memiliki kemampuan finansial atau memiliki skema finansial yang telah disiapkan.

Sebelumnya, Antam sempat mencari mitra melalui beauty contest, namun gagal. Penyebabnya, calon mitranya tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan Antam. Para calon mitra tersebut berasal dari Filipina dan Tiongkok.

"Ada beberapa terms, pihak-pihak itu tidak bisa terima,” kata Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo beberapa waktu lalu.

(Baca: Rugi Puluhan Triliun, Pengusaha Protes Larangan Ekspor Nikel)

Setelah kegagalan tersebut, Antam memutuskan untuk melakukan studi kelaikan (feasibility study) dulu, sambil menunggu mitra yang memenuhi persyaratan.

Rencananya, smelter di Pulau Gag memiliki kapasitas 40 ribu ton nikel per tahun. Smelter ini dibangun seiring terus bertambahnya produksi nikel di Pulau Gag dan kewajiban hilirisasi. Tahun ini, produksi nikel di Pulau Gag ditargetkan bisa mencapai 1,8 juta ton, dan mencapai 3 juta ton pada 2020.

Adapun nikel yang diproduksi di wilayah tambang Pulau Gag disebut-sebut memiliki kadar karbon yang berkualitas. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyampaikan harapan agar ke depan, nikel produksi dalam negeri bisa dimanfaatkan guna mendukung industri baterai lithium untuk mobil listrik.

Video Pilihan

Artikel Terkait