Lokasi Sulit, Puluhan Cekungan Migas Belum Tereksplorasi

Dari 128 cekungan migas yang ada di dalam negeri, baru 54 yang berhasil dieksplorasi, dan 18 yang berpoduksi.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
4 September 2019, 15:25
migas, blok migas, eksplorasi migas, skk migas
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai lokasi yang sulit menjadi salah satu penyebab ekplorasi migas di dalam negeri terbilang rendah. Dari 128 cekungan migas yang ada di dalam negeri, baru 54 yang berhasil dieksplorasi, dan 18 yang berpoduksi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan potensi migas di dalam negeri tinggi. Namun potensi tersebut terletak di laut dalam dan di daerah yang jauh dari infrastruktur, sehingga sulit untuk dieksplorasi.

Agar eksplorasi bisa berjalan maka dibutuhkan biaya investasi yang tinggi, serta komitmen terhadap rencana kerja yang telah ditetapkan. "Komit terhadap work plan, harus terlaksana dan biaya harus terkontrol," ujarnya dalam IPA Convention and Exhibition 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/9).

(Baca: Insentif Siap Berlaku, SKK Migas Ingatkan Kontraktor Cepat Eksplorasi)

Selain itu, ia melihat pentingnya sinergi antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Hal ini untuk menghemat mahalnya biaya investasi untuk eksplorasi. Misalnya, dalam pengadaan alat. "Kalau kami beli sedikit akan lebih mahal, jadi kami harus konsolidasi kebutuhan kontraktor itu baik," ujarnya.

Sejumlah pelaku usaha menilai pemerintah telah serius dalam menggairahkan investasi migas di Tanah Air. Hal ini tercermin dari berbagai regulasi yang dibuat oleh pemerintah, mulai dari insentif yang diberikan hingga keterbukaan data blok migas.

(Baca: Akuisisi Ophir, Medco Lepas Tujuh Blok Migas)

"Dalam tiga tahun terakhir, kami melihat ada keseriusan untuk mendukung ekplorasi, misalnya regulasi," ujar President & General Manager ConocoPhillips (Grissik) Bij Agarwal.

Pada 208, realisasi investasi hulu migas tercatat sebesar US$ 11,99 miliar. Tahun ini, realisasi investasi diharapkan mencapai US$ 14,79 miliar. Adapun hingga Juli 2019 investasi telah tercapai sekitar US$ 8 juta.

Video Pilihan

Artikel Terkait