Di Atas Usulan Kontraktor, Lifting Minyak 2020 Ditarget 755 Ribu BOPD

Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas mengusulkan lifting minyak 672 ribu BOPD.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
29 Agustus 2019, 08:00
lifting migas, lifting minyak 2020, target lifting minyak 2020
Katadata

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepakati target produksi siap jual atau lifting minyak 2020. Target lifting minyak ditetapkan 755 ribu barel per hari (BOPD).

Target lifting minyak 2020 lebih tinggi dibandingkan target dalam nota keuangan 734 ribu BOPD, maupun outlook lifting tahun ini yaitu 754 ribu BOPD. Meskipun, target lifting tersebut jauh lebih pesimistis dari target tahun ini yaitu 775 ribu BOPD.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan, target lifting minyak memang selalu mengambil batas yang tinggi. Maka itu diputuskan target lifting minyak 775 ribu BOPD pada tahun ini. Di tahun depan, target ditetapkan 734 ribu BOPD mengingat proyeksi lifting hingga akhir tahun ini 750 ribu BOPD.

"Kalau saran saya, karena hasil raker juga sepakat 734, kalau naik ya 734-775, kalau mau satu angka 755 ribu. Kan udah lumayan ini nambah 21 ribu BOPD," kata dia di Gedung Komisi VII DPR, Rabu (28/8). Setelah berdiskusi Komisi VII pun sepakat dengan angka 755 ribu BOPD tersebut.

(Baca: SKK Migas Persoalkan Realisasi Lifting Rendah Akibat Investasi Lambat)

Adapun Jonan menjelaskan, target setinggi 775 ribu BOPD seperti tahun ini hanya akan tercapai bila ada “hal-hal yang sangat besar”. “Hal-hal sangat besar” itu seperti eksplorasi dan pengerjaan work over yang memakan waktu lebih dari 12 bulan. Maka itu, ia hanya memberikan kisaran target 734-775 ribu BOPD.

Di samping itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menjelaskan tengah terjadi tren turun lifting minyak. Setelah lifting minyak naik 5% pada 2016, lifting minyak turun sekitar 3-4% per tahun pada 2017-2019.

Laju penurunan produksi (decline rate) pada 2017 tercatat sebesar 3,1%, kemudian pada 2018 sebesar 3,3%, dan pada 2019 sebesar 3,1%. Target lifting minyak dalam nota keuangan 2020 yaitu 734 ribu BOPD pun sudah jauh lebih tinggi dari usulan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yaitu 672 ribu BOPD.

Untuk bisa mencapai target lifting migas, ia menyatakan KKKS perlu melakukan peningkatan investasi. “Kami terus dorong agar KKKS lebih agresif,” ujar Dwi.

Komisi VII dan Kementerian ESDM juga menyepakati lifting gas 2020, yaitu sama dengan target pemerintah dalam nota keuangan yaitu 1,19 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Target tersebut lebih tinggi dari outlook lifting gas tahun ini yaitu 1,07 juta BOEPD, namun juga lebih rendah dari target tahun ini yaitu 1,25 juta BOPD

Video Pilihan

Artikel Terkait