Pertumbuhan Kredit Bank Makin Menciut, Hanya 5,7% pada Januari

Pertumbuhan kredit investasi mengecil menjadi 1,3% secara tahunan. Sedangkan kredit modal kerja dan konsumsi mengalami kenaikan pertumbuhan namun tipis.
Agatha Olivia Victoria
28 Februari 2020, 17:46
Pertumbuhan kredit, Kredit perbankan, Bank Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA

Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan kredit perbankan semakin mengecil. Total kredit perbankan per Januari 2020 tercatat Rp 5.514,4 triliun, hanya tumbuh 5,7% secara tahunan. Ini lebih rendah dibandingkan posisi Desember yang tumbuh 5,9% secara tahunan.

"Perlambatan penyaluran kredit terjadi baik pada debitur korporasi maupun perorangan," demikian tertulis dalam keterangan resmi BI yang dirilis pada Jumat (28/2).

Kredit kepada korporasi tumbuh melambat dari 5,9% secara tahunan pada Desember 2019 menjadi 5,2% pada Januari 2020. Sedangkan kredit kepada perorangan melambat dari 7,2% menjadi 6,6%.

(Baca: Pertumbuhan Laba 4 Bank BUMN Melambat)

Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan pertumbuhan kredit terutama terjadi pada kredit investasi. Pertumbuhan kredit investasi tercatat melambat dari 12,8% menjadi 10,1%. Perlambatan terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).

Pertumbuhan kredit investasi untuk sektor industri pengolahan tercatat melambat dari 4,4% menjadi 1,3%. Penyaluran kredit melambat terutama untuk subsektor industri semen, kapur dan gips di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sedangkan pertumbuhan kredit investasi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran melambat dari 10,4% menjadi 5%. Perlambatan penyaluran kredit terutama terjadi pada subsektor perdagangan eceran makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di sisi lain, kredit modal kerja dan kredit konsumsi mengalami peningkatan pertumbuhan, meskipun tidak signifikan. Kredit modal kerja tumbuh 3% secara tahunan pada Januari 2020, lebih tinggi dibandingkan 2,2% pada Desember 2019.

(Baca: Rekening Bertambah, Simpanan Nasabah di Bank per Januari Turun Rp 42 T)

Peningkatan utamanya terjadi pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan yang tumbuh 4,1% dari sebelumnya 2,7%, serta sektor PHR yang tumbuh 2,2%, dari sebelumnya 1,4%.

Sedangkan kredit konsumsi tumbuh 6,2% secara tahunan pada Januari 2020, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 5,9%. Peningkatan disebabkan oleh kredit kendaraan bermotor serta kredit multiguna.

Pertumbuhan Kredit Properti Menyusut, Kredit UMKM Meningkat 

Kredit properti melambat sejalan perlambatan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan tahunan kredit properti hanya 9,3% pada Januari 2020, lebih rendah dibandingkan 9,7% pada bulan sebelumnya. Penyebabnya, perlambatan pertumbuhan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA), kredit konstruksi, serta kredit real estat.

Pertumbuhan KPR/KPA melambat dari 8% menjadi 7,7%. Perlambatan disebabkan oleh KPR tipe 22-70 di wilayah Jawa Barat dan Banten. Selanjutnya, kredit konstruksi melambat dari 14,3% menjadi 13,6%, terutama imbas subsektor pembangunan jalan tol di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Sedangkan kredit real estate tumbuh melambat dari 5,8% menjadi 5,4%. Perlambatan imbas subsektor real estate Gedung Perbelanjaan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

(Baca: Investor Dunia Buru Aset Aman, Harga Emas Antam Rp 816 Ribu/Gram)

Di sisi lain, kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru mengalami akselerasi dari 7,7% menjadi 8,2%. Sumber pertumbuhan berasal dari seluruh jenis skala usaha. Kredit usaha mikro tumbuh 13,5%, kredit usaha kecil tumbuh 11,2%, sedangkan kredit usaha menengah tumbuh 3,3%.

Video Pilihan

Artikel Terkait