Investor Dunia Buru Aset Aman, Harga Emas Antam Rp 816 Ribu/Gram

Martha Ruth Thertina
28 Februari 2020, 12:49
Harga emas Antam Hari Ini, Prediksi Harga Emas, Harga emas Hari Ini, virus corona, corona
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Harga emas dunia terus bertengger di level US$ 1.600 per ounce, tertinggi dalam hampir tujuh tahun. Ini terjadi seiring investor yang memburu aset aman di tengah kekhawatiran akan dampak ekonomi dari wabah virus corona. Harga emas Antam pun turut terkerek naik, tembus Rp 800 ribu per gram.

Saat berita ini ditulis, harga emas dunia di pasar spot berada pada posisi US$ 1.639 per ounce, turun 0,36% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas mengalami koreksi terbatas setelah menembus level penutupan US$ 1.659 per ounce pada Selasa (24/2) lalu.

Harga emas dunia tetap kuat di tengah rontoknya indeks saham. Indeks jatuh imbas aksi jual terhadap aset berisiko. Sebelumnya di AS, Nasdaq, S&P, dan Dow Jones terkoreksi lebih dari 4%. Ini terjadi di tengah berita dari California terkait pemantauan 8.400 orang terkait wabah virus corona. Sedangkan di Eropa, Euro Stoxx, FTSE 100, dan DAX jatuh lebih dari 3%.

(Baca: Bursa Saham Global Rontok Imbas Corona, IHSG Anjlok Lebih dari 4%)

Chief Investment Strategist di Invesco Kristina Hooper memprediksi harga emas akan terus bergerak naik hingga kuartal II tahun ini. Menurut dia, terlalu banyak yang belum diketahui terkait virus corona. Optimisme pun mulai luntur terkait potensi pemulihan cepat ekonomi global imbas wabah.

Ia memprediksi harga emas bisa menembus US$ 1.800 per ounce di kuartal II seiring imbal hasil US Treasury yang terus turun. Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke rekor terendah 1,32% pada Kamis, kemarin. “Banyak pertanyaan bergulir setiap harinya tentang penyebaran virus ini dan aset aman seperti emas akan terus berdaya tarik,” kata dia seperti dikutip Kitco.com.

Seiring tren naik harga emas dunia, harga emas Antam tercatat melonjak hingga tembus Rp 800 ribu per gram. Berdasarkan data logammulia.com, di Butik Emas LM Pulo Gadung misalnya, harga emas Antam tercatat Rp 816 ribu per gram, naik Rp 3 ribu dibanding kemarin. Begitu juga harga penjualan kembali di Butik Emas tersebut naik dengan besaran yang sama ke posisi Rp 738 per gram.

(Baca: Wakil Presiden hingga Ketua Komisi di Parlemen Iran Positif Corona)

Aset aman seperti emas memang menjadi buruan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, termasuk saat ini ketika virus corona mewabah. Berdasarkan data John Hopkins CSSE, hingga kini, kasus orang terinfeksi corona telah dilaporkan di lebih dari 50 negara/wilayah. Jumlah orang yang terdeteksi terinfeksi virus corona telah mencapai 83.081 orang, dengan 4.257 di antaranya berada di luar dataran Tiongkok.

Jumlah yang dilaporkan meninggal akibat virus tersebut telah mencapai 2.856 orang, dengan 68 orang di antaranya di luar Tiongkok. Sejauh ini, Iran tercatat sebagai negara dengan jumlah korban meninggal terbanyak di luar Tiongkok yakni 26 orang.

Kini Iran, bersama Korea Selatan, dan Italia tengah jadi sorotan di tengah lonjakan temuan kasus baru corona di negara tersebut. AS juga tengah jadi perhatian setelah Gubernur Negara Bagian California menyatakan sebanyak 8.400 orang berada dalam monitor lantaran menunjukkan gejala yang mirip dengan infeksi virus corona.

Harga Emas Antam, Jumat, 28 Februari 2019:

Emas batangan 0,5 gr: Rp 432.000

Emas batangan 1 gr: Rp 816.000

Emas batangan 2 gr: Rp  1.581.000

Emas batangan 3 gr: Rp 2.350.000

Emas batangan 5 gr: Rp 3.900.000

Emas batangan 10 gr: Rp 7.735.000

Emas batangan 25 gr: Rp  19.230.000

Emas batangan 50 gr: Rp 38.385.000

Emas batangan 100 gr: Rp 76.700.000

Emas batangan 250 gr: Rp 191.500.000

Emas batangan 500 gr: Rp 382.800.000

Emas batangan 1.000 gr: Rp 765.600.000

Sumber: www.logammulia.com untuk lokasi Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait