Kurs Rupiah Tertekan di Tengah Penantian Strategi Mitigasi Corona

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, setelah menguat dalam dua hari berturut-turut.  
Agatha Olivia Victoria
18 Februari 2020, 20:10
rupiah, kurs rupiah, nilai tukar rupiah
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Karyawan menunjukan uang rupiah pecahan 100 ribu dan 50 ribu di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Sertikat (AS), setelah menguat dalam dua hari perdagangan berturut-turut. Nilai tukar rupiah ditutup pada posisi Rp 13.694 per dolar AS pada Selasa (18/2), melemah 0,25% dibandingkan posisi penutupan kemarin.

Mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,47%, rupee India 0,38%, yuan Tiongkok 0,3%, dolar Taiwan 0,29%, ringgit Malaysia 0,24%, dolar Singapura 0,21%, peso Filipina 0,16%, dolar Hong Kong 0,01%. Sedangkan yen Jepang 0,15%.  

Direktur Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam menilai wajar nilai tukar rupiah masih dalam tekanan pelemahan. "Pemerintah belum juga menunjukkan adanya strategi yang jelas memitigasi risiko dampak virus corona," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (18/2).

(Baca: Dampak Virus Corona, Korea Selatan Umumkan Darurat Ekonomi)

Advertisement

Ia melanjutkan, sentimen negatif akibat wabah virus corona memang masih menghantui pasar keuangan global. Di sisi lain, belum ada isu positif yang bisa membantu membalikkan sentimen pasar.

Dari dalam negeri juga belum ada kabar baik yang bisa menguatkan rupiah secara signifikan. "Dengan begitu rupiah masih akan melemah walau tipis," ujarnya.

Otoritas Kesehatan Tiongkok melaporkan 1.886 kasus virus corona baru dan 98 kasus kematian akibat wabah virus corona (COVID-19) pada Selasa (18/2). Dengan demikian, korban terinfeksi akibat wabah corona secara total di Tiongkok mencapai 72.436 dengan korban meninggal 1.868 orang.

Sebagian besar kasus baru infeksi dan kematian berasal dari provinsi Hubei, Tiongkok. Di provinsi tersebut, ditemukan 1.807 kasus baru, sebanyak 1.600 di antaranya berasal dari Wuhan, ibu kota provinsi Hubei. Wuhan disebut sebagai lokasi awal penyebaran corona.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait