Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh Lebih Kencang Tahun Depan

Volume perdagangan dunia tahun ini merupakan yang terburuk sejak krisis global 2008-2009.
Image title
5 Desember 2019, 13:31
Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi 2020, prediksi pertumbuhan ekonomi 2020
Katadata
Ilustrasi pelabuhan internasional

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memprediksi pertumbuhan ekonomi global membaik pada 2020. Hal ini seiring peningkatan pertumbuhan volume perdagangan global.

Pertumbuhan ekonomi global diprediksi naik dari 3% tahun ini menjadi 3,4% tahun depan. Sedangkan pertumbuhan volume perdagangan global diperkirakan meningkat dari 1,1% tahun ini menjadi 3,2% tahun depan.

“Di 2020 volume perdagangan meningkat, diproyeksi pertumbuhan ekonomi global 3,4%," kata Suahasil dalam acara Market Outlook 2020, Rabu (5/12) malam.

(Baca: Banyak Pabrik Tutup, Industri Otomotif Sasar Pasar Ekspor Australia)

Advertisement

Adapun volume perdagangan dunia tahun ini merupakan yang terburuk sejak krisis global 2008-2009. Indeks manufaktur sejumlah negara pun tercatat berada dalam kecenderungan turun, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.   

Proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini sudah direvisi 0,7%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diprediksi tak akan mencapai target awal yakni 5,3%.

Suahasil memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di kisaran 5,05%, lebih rendah dari realisasi tahun lalu 5,17%. Ke depan, ia berharap perekonomian dalam negeri semakin baik, dengan sederet upaya perbaikan.  

(Baca: Permintaan Domestik Kuat, Pertumbuhan Ekonomi 2020 Diprediksi 5,14%)

Ia menjelaskan, langkah perbaikan akan sejalan dengan lima agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi.

"Pembangunan infrastruktur seperti itu akan terus kami lakukan. Namun, presiden juga mengatakan selain itu juga diperlukan pembangunan human capital," kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait