BI Diprediksi Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan 0,25% untuk Genjot Ekonomi

BI telah memangkas suku bunga acuan total 0,75% tahun ini, dimulai pada Juli lalu.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
24 Oktober 2019, 12:23
suku bunga acuan, suku bunga BI, suku bunga acuan turun, Bank Indonesia, Pertumbuhan ekonomi
Donang Wahyu|KATADATA
Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) menggelar rapat kebijakan bulanan pada 23-24 Oktober 2019. Sejumlah analis memprediksikan suku bunga acuan bakal dipangkas lagi sebesar 0,25% menjadi 5%, atau level terendah sejak Juni 2018.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan inflasi yang stabil menjadi alasan kuat bagi BI untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Ditambah lagi, Indonesia masih membutuhkan stimulus untuk ekonomi. "Baik dari moneter maupun fiskal," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (21/10).

Belakangan ini, kata dia, terjadi penurunan aktivitas ekspor dan impor, penurunan penjualan ritel, dan terdapat indikasi kontraksi di sektor manufaktur. Faktor tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi stagnan di 5%. Maka itu, stimulus ekonomi penting.

(Baca: BI Diprediksi Turunkan Bunga, Rupiah Menguat di Bawah Rp 14.000/US$)

Selain itu, Ariston mengatakan pemangkasan bunga acuan bisa dilakukan sebagai upaya merespons kebijakan moneter AS. "Merespons kemungkinan Bank Sentral AS, The Federal Reserve, yang akan kembali memangkas suku bunga di akhir Oktober ini," ujarnya.

Senada, Panel Ahli Katadata Insight Center Damhuri Nasution juga berpendapat pemangkasan bunga acuan bisa dilakukan seiring inflasi yang terjaga di bawah target BI dan pemerintah yakni 3,5%. Selain itu, seperti juga disinggung Ariston, ia menilai perekonomian memang sedang memerlukan stimulus moneter untuk tumbuh lebih tinggi.

(Baca: Bunga Acuan Diramal Turun, IHSG Diprediksi Genapkan Kenaikan 10 Hari)

BI mulai memangkas bunga acuan pada Juli tahun ini, setelah delapan bulan mempertahankan suku bunga acuan di level 6%. BI memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% pada Juli, dilanjutkan 0,25% pada Agustus, dan 0,25% lagi pada September.

Video Pilihan

Artikel Terkait