Pengumuman Kabinet Jokowi Tak Mampu Sulut Penguatan Lanjutan Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah diprediksi cenderung stabil hingga akhir pekan ini seiring minimnya rilis data penting dan progres negosiasi dagang.
Agatha Olivia Victoria
23 Oktober 2019, 12:58
rupiah, nilai tukar rupiah, kabinet Jokowi
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Karyawan menunjukkan uang rupiah pecahan 100 ribu dan 50 ribu di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Nilai tukar rupiah sedikit melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 23 Oktober 2019. Sebelumnya, rupiah tercatat menguat selama empat hari berturut-turut atau sejak Kamis pekan lalu. Pelemahan terjadi seiring pengumuman kabinet Jokowi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah sempat menguat pada Rabu pagi, namun tidak lama kemudian berbalik melemah. Saat berita ini ditulis, nilai tukar rupiah berada di level 14.046 per dolar AS, lebih lemah 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Rupiah melemah bersama sebagian mata uang Asia lainnya. Yuan Tiongkok melemah 0,09% terhadap dolar AS, baht Thailand 0,03%, ringgit Malaysia 0,12%, won Korea Selatan 0,3%, dolar Taiwan 0,13%, dolar Singapura 0,09%.

(Baca: Tim Ekonomi Kabinet Jokowi: Enam Politisi Pegang Posisi Penting)

Sedangkan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS yaitu yen Jepang naik 0,1%, rupee India 0,03%, peso Filipina 0,06%. Adapun dolar Hong Kong stabil.

Dengan pelemahan tipis pada perdagangan Rabu ini, nilai tukar rupiah masih terbilang stabil. Sebelumnya, Analis PT platon Niaga Berjangka Lukman Leong memprediksi rupiah akan bergerak stabil pada rentang Rp 14.000 - Rp 14.100 per dolar AS Rabu ini, bahkan setelah pengumuman kabinet.  

(Baca: Prabowo Masuk Kabinet Jokowi Diprediksi Berefek Positif di Bursa Saham)

Minimnya data penting dari AS maupun perkembangan perang dagang dinilai Lukman membuat nilai tukar rupiah akan tetap stabil. "Dengan sentimen tersebut, rupiah akan konsolidasi hingga akhir pekan ini," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait