Beli Obligasi Konversi Startup Singapura, Saham Erajaya Malah Terpuruk

Pembelian obligasi konversi DataPro Technologies disebut akan berdampak pada pengembangan bisnis Erajaya Grup.
Image title
1 Oktober 2019, 18:53
Erajaya, ERAA
Antara
Gerai Erafone dalam pameran teknologi dan telekomunikasi Indonesia Cellular Show (ICS) 2014.

Harga saham Erajaya Swasembada (ERAA) merosot dalam dua hari perdagangan. Pengumuman mengenai langkah bisnis anak usahanya di Singapura tak mampu menahan kejatuhan saham emiten distributor ponsel tersebut.

ERAA mengumumkan bahwa Erajaya Holding Pte Ltd baru saja melakukan pembelian obligasi konversi alias convertible bonds milik DataPro Technologies Pte. Ltd. Nilai transaksi tersebut mencapai SG$ 600 ribu atau setara Rp 6,15 miliar.

"Pembelian obligasi konversi DataPro Technologies akan memberikan dampak pengembangan bisnis Erajaya Grup yaitu layanan sewa modem mini wi-fi (mi-fi) di Singapura dan Indonesia," demikian tertulis dalam surat yang ditandatangani oleh Head of Legal & Corporate Secretari Erajaya, Amelia Allen, dan diunggah di situs Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/10).

(Baca: Aturan IMEI Terkendala Pembahasan Pajak Pembelian Ponsel Asing)

Namun, pengumuman tersebut tak mampu menahan penurunan harga saham ERAA. Pada perdagangan Selasa ini, harga sahamnya ditutup anjlok 6,3% ke level Rp 1.710 per saham. Ini melanjutkan penurunan 4,95% sehari sebelumnya. Ini artinya, saham ERAA terkoreksi 11,25% dalam dua hari perdagangan.

Adapun per semester I 2019, ERAA tercatat mengantongi penjualan neto senilai Rp 15,42 triliun, turun 9,7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 17,09 triliun.

Seiring penurunan tersebut, ERAA hanya mampu meraup laba bersih Rp 109,1 miliar, anjlok 74,9% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 435,1 miliar.

Video Pilihan

Artikel Terkait