Perombakan Besar: Sunarso dan Catur Pimpin BRI, 4 Direktur Diganti

Terjadi perombakan besar di BRI. Selain pengangkatan Sunarso dan Catur, terdapat juga pengangkatan empat direktur baru, menggantikan empat direktur lama.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
2 September 2019, 18:55
BRI, sunarso BRI, perubahan direksi BUMN
Agung Samosir|KATADATA
Gedung Bank Rakyat Indonesia

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan perombakan besar di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia mengangkat Sunarso menjadi Direktur Utama (Dirut) BRI, didampingi Catur Budi Harto sebagai Wakil Dirut. Selain itu, mengganti empat direktur dan menambah satu komisaris.

Pengangkatan tersebut telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 2 Agustus 2019. Duet pimpinan Sunarso dan Catur menggantikan formasi sebelumnya yaitu Suprajarto dan Sunarso. Adapun Catur baru saja diberhentikan dari posisi direktur bisnis UMKM di BNI pada pekan lalu.  

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menjelaskan Sunarso dipilih lantaran memiliki kemampuan yang lengkap. “Banyak pertimbangannya, inovasi, dan kalau dari sisi pemahaman secara komprehensif, lengkap, baik diri sisi bisnis, corporate, maupun makro retail,” kata dia usai RUPSLB, di Gedung BRI, Jakarta, Senin (2/9).

(Baca: Sunarso Calon Potensial BRI 1, Dipersiapkan Sejak Januari?)

Sunarso merupakan bankir senior. Ia menjabat Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri pada periode 2010-2015, sebelum diangkat menjadi Wakil Dirut BRI pada 2015-2017. Ia diberhentikan dari posisinya itu dan dipindahkan menjadi Dirut Pegadaian pada 2017. Bersamaan dengan pemindahan tersebut, posisi Wakil dirut BRI pun dihapuskan.

Yang menarik, hanya setahun di Pegadaian, Sunarso dipulangkan. Dalam RUPSLB BRI 3 Januari 2019 lalu, Sunarso diangkat kembali menjadi Wakil Dirut BRI. Pemulangan kembali posisi tersebut sempat mengundang tanya. Kini, delapan bulan berselang, ia diangkat menjadi Dirut BRI, menggeser Suprajarto.

(Baca: Curahan Hati Suprajarto, Tak Lagi Pimpin BRI dan Mundur dari Dirut BTN)

Perkembangan ini memunculkan dugaan, Sunarso telah dipersiapkan sejak berbulan-bulan lalu oleh Menteri Rini untuk menjadi bos BRI. Namun, belum ada penjelasan dari Kementerian BUMN terkait dugaan yang berkembang tersebut.

Adapun Suprajarto digeser ke Bank Tabungan Negara (BTN). Keputusan tersebut disahkan dalam RUPSLB BTN pekan lalu. Meskipun, posisi itu langsung ditolak Suprajarto sehingga ia kehilangan posisi baik di BRI maupun BTN.

Sedangkan Catur juga bukan orang baru di BRI. Ia tercatat menjabat Kepala Divisi Mass Banking BRI pada 2014-2015 dan Senior Executive Vice President Jaringan dan Layanan BRI pada 2015-2016. Setelah itu, ia ditugaskan menjadi Direktur BTN dan berlanjut menjadi Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan di BNI. Ia baru saja diberhentikan dari posisinya di BNI pada  pekan lalu.

Kontroversi Perombakan Direksi Bank BUMN

Keputusan Menteri Rini melakukan perombakan direksi BUMN, menuai kontroversi. Sebab, perombakan tetap dilakukan meskipun Presiden Joko Widodo sempat mengeluarkan larangan perombakan direksi BUMN dan eselon 1 kementerian/lembaga jelang transisi ke pemerintahan baru.

Di bank BUMN, perombakan direksi terjadi di tiga bank yaitu BRI, BTN, dan Bank Negara Indonesia (BNI). Namun, perombakan besar terjadi di BRI dan BTN lantaran mencakup perubahan dirut. Gatot Trihargo telah memastikan perombakan telah dikomunikasikan Menteri Rini kepada Jokowi.

"Pasti beliau (Jokowi) sudah tahu, bukan hal yang baru. Kecuali Presidennya berbeda. Yang pasti Ibu Menteri BUMN sudah berkomunikasi dengan perubahan yang ada," kata dia, usai RUPSLB penetapan Suprajarto sebagai Dirut BTN, pekan lalu.

Secara rinci, perubahan direksi di bank BUMN yaitu di BTN, Maryono dicopot sebagai dirut, digantikan Suprajarto yang merupakan Dirut BRI. Namun, posisi tersebut ditolak Suprajarto. Selain itu, ada penambahan posisi yaitu Direktur Collection, Aset Management Elisabeth Novie.

Di BNI, Catur Budi Harto dicopot dari jabatan Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan dan mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan. Seiring perubahan tersebut, terjadi pergeseran bidang yang dipegang direksi.

Di BRI, Suprajarto diberhentikan dari posisi dirut, digantikan Sunarso yang sebelumnya menjabat Wakil Dirut. Sedangkan, posisi Wakil Dirut diisi Catur Budi Harto. Selain itu, ada pengangkatan empat direktur, menggantikan empat direktur lama.  

Secara khusus, soal Suprajarto, Gatot mengatakan, pengangkatan semata-mata untuk mengakselerasi kinerja perusahaan ke depan. Kementerian BUMN melihat kinerja Suprajarto yang positif sejak bekerja di BNI dan BRI, dan berharap bisa membawa kinerja BTN tumbuh dua hingga tiga kali lipat ke depan.

"Sebagaimana kita tahu, sekarang mortgage bank cuma BTN, jadi yang kami utamakan BTN," kata dia. Apalagi, masih ada masalah kekurangan pasokan rumah yang perlu segera ditangani. "BTN ke depan sangat krusial di mana backlog sudah besar," ujarnya.

Meski begitu, keputusan tersebut tetap menuai penolakan dari Suprajarto. Penolakan tersebut pun didukung serikat pekerja BRI dan BTN. Keputusan tersebut dianggap serikat pekerja sebagai pelecehan terhadap profesi bankir, lantaran Suprajarto digeser menjadi dirut di bank dengan kapasitas yang jauh lebih kecil.

Katadata.co.id sempat mencoba mengulik pertimbangan lainnya di balik perombakan tersebut kepada Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati. Namun, Adita enggan memberikan penjelasan. “Bisa ditanyakan saja ke Bu Menteri BUMN ya. Tentu beliau lebih tahu,” kata dia.

Susunan baru dan lama direksi serta komisaris BRI (Keterangan: *baru)

Susunan Baru Direksi BRI

Direktur Utama Sunarso*

Wakil Direktur Utama Catur Budi Harto*

Direktur Ritel dan Menengah Priyastomo

Direktur Mikro dan Kecil Supari

Direktur Konsumer Handayani

Direktur Jaringan dan Layanan Ahmad Solicin Lutfiyanto

Direktur Keuangan Haru Koesmahargo

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Indra Utoyo

Direktur Hubungan Kelembagaan Agus Noorsanto*

Direktur Human Capital Herdi Rosadi Harman*

Direktur Manajemen Risiko Mohammad Agus Sudiarto*

Direktur Kepatuhan Azizatun Azhimah*

 

Susunan Lama Direksi BRI

Direktur Utama Suprajarto

Wakil Direktur Utama Sunarso

Direktur Ritel dan Menengah Supari

Direktur Mikro dan Kecil Priyastomo

Direktur Konsumer Handayani

Direktur Jaringan dan Layanan Osbal Saragi Rumahorbo

Direktur Keuangan Haru Koesmahargo

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Indra Utoyo

Direktur Hubungan Kelembagaan Sis Apik Wijayanto

Direktur Human Capital R. Sophia Alizsa

Direktur Manajemen Risiko Mohammad Irfan

Direktur Kepatuhan Ahmad Solichin Lutfiyanto

 

Susunan Baru Komisaris BRI

Komisaris Utama/ Komisaris Independen Andrinof A. Chaniago

Wakil Komisaris Utama/Komisaris Wahyu Kuncoro

Komisaris Independen Fuad Rahmany

Komisaris Independen Sonny Keraf

Komisaris Independen Rofikoh Rokhim

Komisaris Independen Hendrikus Ivo

Komisaris Nicolaus Teguh Budi Harjanto

Komisaris Hadiyanto

Komisaris Loeke Larasati Agustina

 

Susunan Lama Komisaris BRI

Komisaris Utama/ Komisaris Independen Andrinof A. Chaniago

Wakil Komisaris Utama/Komisaris Wahyu Kuncoro

Komisaris Independen Fuad Rahmany

Komisaris Independen Sonny Keraf

Komisaris Independen Rofikoh Rokhim

Komisaris Independen Hendrikus Ivo

Komisaris Nicolaus Teguh Budi Harjanto

Komisaris Hadiyanto

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait