AS-Tiongkok Kembali Memanas, Mayoritas Mata Uang Asia Berjatuhan

Nilai tukar yen Jepang menguat terhadap dolar AS. Harga emas dunia naik.
Martha Ruth Thertina
5 Agustus 2019, 09:20
rupiah hari ini, nilai tukar rupiah, kurs rupiah
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

Rupiah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/8) pagi. Investor diduga resah dengan eskalasi ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok.

Saat berita ini ditulis, won Korea Selatan dan yuan Tiongkok tercatat terpukul paling besar yaitu masing-masing 1,55% dan 1,11%. Pelemahan diikuti dolar Taiwan 0,85%, rupe India 0,79%, peso Filipina 0,7%, dolar Singapura 0,37%, ringgit Malaysia 0,29%, baht Thailand 0,26%, rupiah 0,12% ke level 14.202 per dolar AS, dan dolar Hong Kong 0,07%. Di sisi lain, yen Jepang menguat 0,73%.

Meski masih menguat terhadap mayoritas mata uang Asia, namun dolar AS tercatat melemah terhadap mata uang utama dunia. Index DXY berada di posisi 97,91, melemah 0,16% dibandingkan posisi penutupan Jumat pekan lalu.

Di tengah pelemahan mata uang ini, harga emas Comex untuk pengiriman Desember tercatat menguat 0,09% ke posisi US$ 1.450 per ounce, sedangkan harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US$ 1.449 per ounce.

Advertisement

(Baca: Dolar AS Melemah di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang, Harga Emas Naik)

Reuters memberitakan, investor tampak mengantisipasi peningkatan tensi dagang AS-Tiongkok. Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memberlakukan tambahan tarif 10% untuk barang impor Tiongkok bernilai US$ 300 miliar. Merespons keputusan tersebut, pemerintah Tiongkok menyatakan akan melakukan aksi balasan.

Perkembangan hubungan dagang AS-Tiongkok ini membuat investor kembali khawatir dengan laju ekonomi AS maupun global. Perkembangan ini juga memperkuat prediksi investor tentang potensi penurunan lebih lanjut bunga acuan AS. Apalagi, data ekonomi AS terpantau melemah. Yang terbaru, data penyerapan tenaga kerja.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait