Layani Pengiriman Barang E-Commerce, KJEN Bidik Pendapatan Naik 100%

Jasa pengiriman barang e-commerce diperkirakan bakal berkontribusi sebesar 40% ke pendapatan Krida Jaringan Nusantara (KJEN).
Image title
1 Juli 2019, 14:08
perusahaan ekspedisi Indonesia, Krida Jaringan Nusantara, layani pengiriman barang e-commerce
Stanisic Vladimir/123rf
Ilustrasi e-commerce

Perusahaan pengiriman paket dan logistik PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) menargetkan pendapatan sebesar Rp 13,7 miliar tahun ini, naik lebih dari dua kali lipat realisasi tahun lalu. Penopangnya, perluasan bisnis ke jasa pengiriman barang e-commerce.

"Kenaikan lebih dari 100% karena kami sekarang sudah masuk ke segmen e-commerce, sementara 2018 itu hanya (pengiriman) dokumen," Corporate Secretary Krida Jaringan Nusantara, Alexander R. Hasibuan ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (1/7).

Jasa pengiriman barang e-commerce ini diperkirakan bakal berkontribusi sebesar 40% ke pendapatan tahun ini, sedangkan sisanya masih disumbang oleh bisnis dari jasa pengiriman dokumen. Ke depan, kontribusi pendapatan dari jasa pengiriman barang e-commerce diyakini dapat semakin meningkat.

(Baca: QRIM Express Gandeng Grab Perluas Pasar Pengiriman Barang)

Seiring pengembangan bisnis baru, Alexander menargetkan bisa memiliki 400 outlet dengan skema kemitraan hingga akhir 2019 ini. Sedangkan tahun depan, pihaknya menargetkan tambahan 1.000 outlet dengan skema kemitraan.

Untuk tahun ini, fokus penambahan outlet yaitu di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sedangkan penambahan outlet di Pulau Jawa secara luas dan luar Pulau Jawa bakal dilakukan pada tahun depan.

Perusahaan menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah jumlah armada transportasi pengiriman.

(Baca: Aktivitas Belanja e-Commerce Meningkat, Startup Logistik Kian Menjamur)

Adapun pada Senin (1/7), Krida Jaringan Nusantara mendapatkan dana segar sebesar Rp 30,3 miliar. Dana tersebut berasal dari penjualan saham perusahaan melalui penawaran perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) sebesar 150 juta saham atau 30% dari modal ditempatkan setelah IPO.

Pada perdagangan perdananya di pasar modal dalam negeri ini, saham perusahaan tersebut langsung melejit hingga 49,50% menjadi Rp 302 per saham sehingga perdagangan sahamnya dihentikan secara otomatis.

Rencananya, seluruh dana tersebut bakal digunakan untuk membeli tanah seluas 1.047 meter persegi dan bangunan 5.529 meter persegi di Jalan Kramat VI, Jakarta. Properti tersebut bakal dijadikan kantor pusat. Selain itu, sebagai sarana penunjang bisnis jasa pengiriman barang-barang pindahan dan paket.

Video Pilihan

Artikel Terkait