Laju Ekonomi 2018 Sesuai Harapan, Rupiah Sempat Menguat 13.800/US$

Nilai tukar rupiah kembali menguat paling besar terhadap dolar AS dibandingkan mata uang Asia lainnya.
Martha Ruth Thertina
6 Februari 2019, 18:56
No image

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level 13.800 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot, Rabu (6/2). Hal itu terjadi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data pertumbuhan ekonomi 2018 yang sebesar 5,17% atau nyaris 5,2%. Ini sesuai proyeksi pemerintah, bahkan sedikit di atas perkiraan beberapa ekonom.

Rupiah sempat menyentuh level 13.895 per dolar AS pada Rabu siang, sebelum kembali melemah hingga ditutup di level 13.920 per dolar AS. Namun, level penutupan ini masih lebih kuat 0,3% dibandingkan posisi penutupan pada perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini tercatat sebagai yang paling besar di antara mata uang Asia lainnya. Yen Jepang menguat 0,2%, won Korea Selatan 0,16%. Sementara itu, rupee india, peso Filipina, dan baht Thailand menguat tipis kurang dari 0,1%. Di sisi lain, dolar Singapura justru melemah 0,17%, begitu juga engan yuan Tiongkok anjlok 0,69%.

(Baca: Kinerja Ekspor Lemah, Pertumbuhan Ekonomi Era Jokowi Tertinggi 5,17%)

Advertisement

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2018 sebesar 5,18% dibandingkan kuartal sama tahun sebelumnya (year on year), atau total 5,17% untuk keseluruhan tahun 2018. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak 2014 atau selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pertumbuhan ekonomi ini sesuai proyeksi pemerintah, meskipun di bawah target sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu 5,4%. Terakhir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi di atas 5,15%. Di sisi lain, sebagian ekonom memberikan proyeksi yang lebih pesimistis.

(Baca: Mendag Sebut Realisasi Pertumbuhan Ekonomi RI Diapresiasi Mitra Dagang)

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, misalnya, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2018 sebesar 5,06%, sehingga keseluruhan tahun 5,14%. Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV berkisar 5,1%. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 2018 sekitar 5,15%.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait