BI Sedia Uang Tunai Rp 101 Triliun untuk Kebutuhan Natal & Tahun Baru

Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang tunai, namun mengimbau masyarakat untuk bertransaksi secara nontunai agar lebih aman, nyaman, dan cepat.
Image title
20 Desember 2018, 21:29
No image

Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 101,1 triliun di akhir tahun ini. Hal tersebut untuk memastikan ketersediaan uang tunai untuk kebutuhan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan jumlah tersebut naik 10,3% dibandingkan periode sama tahun lalu."Tahun lalu sebesar Rp 91,7 triliun," kata dia dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur di kantornya, Jakarta, Kamis (20/12).

Ia memaparkan, uang tunai tersebut paling banyak dialokasikan untuk wilayah di Pulau Jawa -- di luar kantor pusat BI dan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) – yaitu sebesar Rp 28,4 triliun atau porsinya 28,1% dari jumlah uang tunai yang disiapkan.

(Baca juga: Pasar Tradisional Didorong Gunakan Pembayaran Non-tunai)

Advertisement

Selanjutnya, untuk wilayah timur Indonesia sebesar Rp 28,1 triliun atau porsinya 27,7%. Alokasi uang tunai untuk wilayah Jabodetabek sebesar Rp 23,4 triliun atau porsinya 23,2%, lalu daerah Sumatera sebesar Rp 21,2 triliun dengan porsi 21%.

Dari keseluruhan uang tersebut, Rosmaya mengatakan 98% merupakan uang pecahan besar atau Rp 20 ribu ke atas. "Selebihnya pecahan kecil," ujar dia.

(Bava juga: Hadapi Kendala, Peluncuran Standardisasi QR Code Mundur Jadi Awal 2019)

Meski BI memastikan ketersediaan uang tunai, Namun Gubernur BI Perry Warjiyo mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi secara nontunai. "Lebih aman, lebih nyaman, lebih cepat. Gunakan uang elektronik, debet, kredit maupun alat pembayaran nontunai," kata dia.

Adapun bila masyarakat menggunakan uang tunai, ia mengingatkan untuk dirawat dengan baik dengan cara tidak dilipat, distreples, dicoret, dibasahi, dan diremas.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait