Bappenas Gunakan Pengelompokan Daerah untuk Kembangkan Ekonomi Papua

"Di wilayah pegunungan tengah ada kopi yang terkenal yang sudah di promosikan di Anomali Coffee, dan juga Starbucks,” Direktur Bappenas Velix Wanggai.
Image title
11 Desember 2018, 19:38
jokowi di asmat
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo berboncengan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menggunakan motor listrik menyapa warga Asmat saat kunjungan kerja di Kampung Kaye, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4).

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggunakan konsep pengelompokan daerah atau suku di Papua untuk pengembangan ekonomi sesuai karakter wilayah. Konsep ini sudah berjalan dan dinilai membantu tumbuhnya ekonomi di Papua.

Sebagai gambaran, daerah pantai dan teluk difokuskan untuk pengembangan perikanan, daerah pengunungan untuk pengembangan tanaman kopi, dan daerah rawa di selatan Papua untuk pengembangan tanaman palawija.

Direktur Aparatur Negara Bappenas Velix Wanggai menjelaskan, konsep tersebut mulai menuai hasil positif. "Di wilayah pegunungan tengah ada kopi yang terkenal yang sudah di promosikan di Anomali Coffee, dan juga Starbucks impor," kata dia, di Jakarta, Selasa (11/12).

(Baca juga: Pemerintah Masih Kesulitan Tangani Desa Tertinggal di Indonesia Timur)

Advertisement

Bappenas juga mendorong adanya regulasi investasi yang baik untuk pengembangan produk dari hulu sampai hilir di Papua, misalnya pengolahan tanaman kelapa menjadi minyak kelapa, dan produk turunan lainnya. Hal itu untuk mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru di Papua.

Program Manager Papua Kementerian Bappenas Theresia Rhonny Andayani menyebutkan sagu yang merupakan makanan pokok di Papua sudah diekspor ke Jepang untuk bahan baku panganan di Negeri Sakura tersebut. Maka itu, pihaknya memperluas lahan untuk perkebunan sagu, sehingga produksinya meningkat, begitu juga dengan pendapatan masyarakatnya. "Itu yang sekarang sudah kami kembangkan semuanya,” ujarnya.

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait