Bank Dunia: Tiap Harga Beras Naik 10%, Orang Miskin Bertambah 1,2 Juta

Pemerintah perlu memastikan harga beras tetap terjangkau agar kelompok masyarakat yang sudah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali lagi.
Image title
Oleh Rizky Alika
12 November 2018, 19:49
Pasar Induk Beras Cipinang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Lead Economist Bank Dunia Vivi Alatas mengatakan 10% kenaikan harga beras dapat menambah orang miskin baru sebanyak 1,2 juta orang. Sebab, 3/4 orang miskin merupakan konsumen, bukan produsen beras (net consumer).

"Artinya, saat harga beras naik, ada 3 orang yang dirugikan dan 1 orang diuntungkan dari kenaikan harga beras," kata dia dalam Seminar Indonesia Economic Outlook 2019 di Universitas Indonesia, Depok, Senin (12/11).

(Baca juga: Jaga Harga Beras, Mendag Surati Menteri BUMN untuk Operasi Pasar Bulog)

Maka itu, ia menilai pemerintah perlu memastikan harga beras tetap terjangkau agar kelompok yang sudah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali lagi. Adapun berdasarkan perhitungan Bank Dunia, masyarakat Indonesia yang masuk golongan miskin sekitar 9% dari total penduduk.

Sementara itu, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018 bahwa jumlah masyarakat miskin 9,82% dari total penduduk atau sebanyak 25,95 juta orang. Jumlah tersebut menurun sekitar 630 ribu orang dibandingkan survei sebelumnya pada September 2017 yang sebanyak 26,58 juta orang atau 10,12% dari total penduduk.

(Baca juga: Bank Dunia Bantah Klaim Prabowo 99% Rakyat Hidup Pas-pasan)

Saat ini, ia mengatakan, harga beras di Indonesia tergolong mahal. “Harga beras kita 70% lebih tinggi dari harga beras internasional,” ujarnya.

Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per 12 November 2018, harga beras kualitas super sebesar Rp 13.000 per kilogram (kg), sedangkan beras kualitas super II Rp 12.600 per kg.

Video Pilihan

Artikel Terkait