Dirilis BPS Hari Ini, Ekonom Prediksi Ekonomi Kuartal III Tumbuh 5,2%

Prediksi ekonom lebih tinggi dibandingkan prediksi Bank Indonesia yaitu sedikit di bawah 5,1%.
Martha Ruth Thertina
5 November 2018, 10:05
Gedung Perkantoran
Donang Wahyu|KATADATA
Suasana gedung-gedung perkantoran di Jakarta dari ketinggian.

Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III pada Senin (5/11) ini. Beberapa ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi menembus 5,2%, di atas proyeksi Bank Indonesia (BI) yaitu di bawah 5,1%.

Sebanyak tiga dari empat ekonom dalam survei Bloomberg memprediksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2%. Secara rinci, Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Juniman (5.21%), Ekonom makro ekonomi yang menjabat Project Consultant Asian Development Bank Institute (5,2%), dan Ekonom Danareksa Securities Damhuri Nasution (5,24%). Prediksi lebih tinggi disampaikan Ekonom Sociate Generale Gsc Pvt Ltd Kunal Kundu (5,3%).

Prediksi tersebut lebih tinggi dibandingkan prediksi BI. Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan III melambat dibandingkan dengan kuartal II yang sebesar 5,27%. "Jadi angka-angkanya mirip angka pertumbuhan triwulan I, sekitar itu. 5,1% kurang sedikit," kata dia akhir Oktober lalu.

(Baca juga: BI Perkirakan Ekonomi Kuartal III Tumbuh Melambat di Bawah 5,1%)

Advertisement

Menurut dia, perlambatan pertumbuhan disebabkan net ekspor yang menurun. Impor diperkirakan tumbuh tinggi sejalan dengan permintaan domestik, meskipun pertumbuhan impor bulanan telah menunjukkan perlambatan. Di sisi lain, ekspor diperkirakan mengalami penurunan karena turunnya harga komoditas andalan, yaitu batu bara dan kelapa sawit.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang diprediksi masih di atas 5% ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang kuat. Konsumsi didukung daya beli yang terjaga, keyakinan konsumen yang tetap tinggi terhadap perekonomian, dan belanja terkait Pemilu. Sementara itu, investasi ditopang oleh investasi bangunan, terkait proyek infrastruktur dan properti, maupun investasi nonbangunan.

Adapun pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun berada di level 5,17%, lebih rendah dibandingkan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 5,4%. Adapun realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebesar 5,06% dan kuartal II 5,27%. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi pada semester I berada di level 5,16%.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait