BI: Kenaikan Tarif Transportasi Kerek Inflasi Pekan Pertama Juni 0,22%

Itu (kenaikan tarif transportasi) sumbangan yang besar. Sementara, bahan makanan relatif terkendali," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
Image title
8 Juni 2018, 21:31
PENUMPANG PENERBANGAN DOMESTIK
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, berdasarkan survei minggu pertama Juni 2018, inflasi berada di level 0,22% secara bulanan (month to month/mtm). Dengan demikian, inflasi Januari hingga Juni sebesar 1,53% secara kumulatif (year to date/ytd).

Menurut dia, inflasi Juni disebabkan oleh faktor musiman, yaitu kenaikan tarif transportasi seiring mudik Lebaran. Ia menjelaskan, kenaikan tarif transportasi udara sebesar 7,86% secara tahunan, sedangkan andilnya terhadap inflasi sebesar 0,08%.

"Banyak yang memesan tiket dan melakukan perjalanan mudik. Itu (kenaikan tarif transportasi) sumbangan yang besar. Sementara, bahan makanan relatif terkendali," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (8/6). Beberapa bahan pangan yang mengalami deflasi seperti cabai merah, bawang putih, dan minyak goreng.

(Baca juga: Kemenhub Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Batas Bawah Pesawat)

Advertisement

Inflasi pekan pertama Juni ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Mei yang sebesar 0,21%. Adapun level inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Ramadan beberapa tahun belakangan.

Perry menjelaskan, ada beberapa faktor yang mendorong inflasi terkendali rendah, di antaranya ketersediaan pangan yang cukup seiring koordinasi antara Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Tim pengendali Inflasi Daerah, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Ketersediaan pangan cukup baik. Itu terlihat dari kelompok makanan dalam Indeks Harga Konsumen terkendali," ujar dia. Selain itu, ekspektasi inflasi juga terjaga seiring ekonomi Indonesia yang dinilainya terus membaik.

Meski demikian, ia menyebut mulai ada kenaikan harga barang-barang impor imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). "Tapi secara keseluruhan tidak berdampak pada inflasi," kata Perry. Tahun ini, inflasi dibidik berada di kisaran 2,5-4,5%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait