Didukung Dana Asing Rp 13 Triliun, Kurs Rupiah Menguat dalam Dua Pekan

Image title
5 Juni 2018, 19:44
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA

Bank Indonesia (BI) memantau dana asing (capital inflow) mulai kembali mengalir ke pasar keuangan domestik. Aliran tersebut terjadi sejak 24 Mei 2018 lalu - setelah menguatnya sinyal kenaikan lanjutan bunga acuan - dan terus berlanjut setelah BI betul-betul menaikkan bunga acuan lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tambahan pada 30 Mei 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan total dana asing yang telah masuk mencapai Rp 13 triliun. “Inflow mulai masuk terutama ke Surat Berharga Negara (SBN). Dan itu menambah pasokan (dolar AS) di pasar valuta asing,” kata dia saat Rapat Kerja dengan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/6).

(Baca juga: BPS Lihat Pelemahan Kurs Rupiah Belum Berdampak pada Inflasi Mei)

Menurut dia, aliran masuk dana asing tersebut dapat menambah kepercayaan pasar dan mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mengacu pada data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level 13.880 pada perdagangan di pasar spot Selasa ini, melemah tipis 0,01% dibandingkan penutupan hari sebelumnya, namun jika dihitung sejak 24 Mei, telah terjadi penguatan tajam sebesar 2,37%.

Menurut Perry, aliran masuk dana asing tersebut juga didukung oleh lelang SBN yang dilakukan oleh pemerintah. Berdasarkan data terakhir Kementerian Keuangan, terjadi aliran masuk dana asing ke SBN sebesar nyaris 4 triliun sepanjang 24 hingga 31 Mei 2018.

Dengan perkembangan tersebut, total kepemilikan asing atas SBN menjadi sebesar Rp 833,809 triliun. Namun, nominal ini masih lebih rendah Rp 46,89 triliun dibandingkan posisi tertingginya tahun ini yaitu Rp 880,21 triliun pada akhir Januari.  

Di sisi lain, berdasarkan data RTI, investor asing mulai kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) meskipun belum signifikan. Secara akumulatif sepanjang pekan ini, investor asing masih membukukan penjualan bersih (net sell) Rp 230,28 miliar. Adapun sepanjang tahun ini, net sell tercatat Rp 39,95 triliun.

BI memutuskan menaikkan bunga acuan BI 7 Days Repo Rate sebesar total 0,5% sepanjang Mei 2018 lalu melalui RDG bulanan rutin dan tambahan. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas khususnya nilai tukar rupiah di tengah dinamika global yang memicu arus keluar dana asing, khususnya dari pasar keuangan negara berkembang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait