Imbal Hasil Pinjaman Hanya 3%, Ini Cara Bank Wakaf Mikro Bertahan

Per Maret 2018, Bank Wakaf Mikro telah memiliki 3.876 debitur dengan total penyaluran pinjaman sebanyak Rp 3,63 miliar.
Image title
6 April 2018, 17:11
Rupiah
Donang Wahyu|KATADATA
Petugas penukaran mata uang merapihkan uang yang hendak ditukar dengan mata uang asing di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah dipatok pada level Rp11.722 per dolar AS, melemah 0,14% dibandingkan

Bank Wakaf Mikro punya startegi khusus agar terus beroperasi meskipun hanya mematok imbal hasil pinjaman yang rendah. Sejauh ini, imbal hasil dipatok paling tinggi hanya 3% per tahun.

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro menjelaskan, idealnya, Bank Wakaf Mikro memiliki modal awal Rp 8 miliar. Modal tersebut berasal dari donatur-donatur yang dihimpun Lembaga Amil Zakat Nasional. Namun, tidak semua modal tersebut disalurkan dalam bentuk pinjaman.

"Kalau sekarang (modal awal) itu disalurkan semua, (imbal hasil) 3% tidak nutup (biaya operasional)," kata Ahmad di Java Heritage, Purwokerto, pada Kamis (6/4).

Agar bisa membiayai operasionalnya, maka Bank Wakaf Mikro bisa saja menggunakan sebagian modal untuk investasi, misalnya dengan menempatkan Rp 3 miliar di produk deposito perbankan. Sedangkan sisanya sebesar Rp 5 miliar bisa dipinjamkan kepada 5 ribu debitur, dengan asumsi jumlah pinjaman Rp 1 juta per debitur.

Advertisement

"Kombinasi ini lah yang bisa (membuat Bank Wakaf Mikro) menetapkan margin yang rendah," kata dia. (Baca juga: Jumlah Nasabah Bank Wakaf Mikro Naik Drastis)

 

Bank Wakaf Mikro merupakan program percobaan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui penyaluran pinjaman ke masyarakat sekitar. Lembaga ini berstatus sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang berbadan hukum Koperasi Jasa. Pemberi izin pembentukan dan pengawasan dilakukan oleh OJK.

Bank Wakaf Mikro tidak menerima simpanan karena tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pemberian pinjaman dan pendampingan usaha. Adapun skema pinjaman yang diberikan yakni tanpa agunan, dengan nilai pinjaman maksimal Rp 1 juta, namun bisa naik menjadi Rp 3 juta melalui seleksi.  

Adapun saat ini, terdapat 20 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di Pulau Jawa dan dikelola oleh pondok-pondok pesantren dan dibina OJK. Per Maret 2018, Bank Wakaf Mikro telah memiliki 3.876 debitur dengan total nilai penyaluran sebanyak Rp 3,63 miliar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait