Jelang Rilis Bunga Fed, IHSG Menguat Meski Asing Keluar

Aksi jual saham oleh investor asing masih terus terjadi. Dalam sepekan, asing membukukan penjualan bersih Rp 4 triliun di keseluruhan pasar.
Martha Ruth Thertina
21 Maret 2018, 11:49
Bursa
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau jelang pengumuman bunga dana bank sentral Amerika Serikat (AS) dan bunga acuan Bank Indonesia (BI). Pergerakan positif ini terjadi setelah IHSG berhari-hari tertekan. Meski begitu, investor asing masih terus melakukan aksi jual.

Pada perdagangan Rabu (21/3), IHSG dibuka di level 6.260 atau naik 0,27% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Adapun IHSG terus turun sejak Selasa (13/3) pekan lalu. Sejak itu hingga Selasa (20/3), penurunannya sudah mencapai 3,95%.

Sementara itu, saat berita ini ditulis, investor asing tercatat membukukan penjualan bersih Rp 4,11 triliun di keseluruhan pasar dan Rp 3,89 triliun di pasar reguler dalam sepekan. Jika ditotal sejak awal tahun, penjualan bersih tercatat nyaris Rp 20 triliun sejak awal tahun.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, potensi kenaikan masih terlihat cukup besar mengingat fundamental perekonomian yang masih kuat. Meskipun, di tengah penantian Fed Fund Rate dan bunga acuan BI.

Advertisement

“Peluang kenaikan IHSG masih cukup besar jika support level lolos uji,” kata dia, Rabu (21/3). Ia memprediksi IHSG bakal bergerak di kisaran 6.202 – 6.389.

Prediksi senada disampaikan tim analis dari OSO Sekuritas Indonesia. Tim memprediksi IHSG menguat meski penguatannya terbatas. “Kami perkirakan IHSG menguat dengan pergerakan di kisaran 6.210 – 6.231.

Sementara itu, indeks di bursa Asia tercatat bergerak mix. Saat berita ini ditulis, Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,47%, begitu juga indeks di negara-negara berkembang yang tercermin dari MSCI Asia Pacifik yang turun 0,13%. Di sisi lain, indeks CSI 300 di Tiongkok naik 0,64% dan Hang Seng di Hong Kong naik 1,21%.

Adapun bank sentral AS bakal mengumumkan Fed Fund Rate pada Rabu (21/3) waktu setempat. Setelah itu, BI bakal mengumumkan kebijakan bunga acuan pada Kamis (22/3). Tim analis OSO memprediksi BI masih akan menahan bunga acuan di level 4,25%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait