Ditjen Pajak Kebut Aplikasi Pelaporan Otomatis Data Nasabah

Perbankan bakal menyetor data rekening bersaldo di atas Rp 1 miliar mulai April 2018. Jumlah rekening yang dimaksud mencapai 500 ribuan pada tahun lalu.
Image title
15 Februari 2018, 11:13
Pajak
Katadata | Arief Kamaludin

Direktorat Jenderal Pajak tengah mengebut kesiapan aplikasi untuk memfasilitas lembaga keuangan dalam melaporkan data keuangan nasabahnya secara otomatis. Aplikasi tersebut masih tahap uji coba padahal pelaporan otomatis berlaku mulai April 2018.

“Portal ini baru testing, awal April baru bisa digunakan,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Tengah I Eka Damayanti Unggianingsih di Jakarta, Rabu (14/2). (Baca juga: Tak Lapor Data Nasabah, Pejabat Bank Terancam Hukuman Penjara)

Sesuai Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-04/PJ/2018 tentang Tata Cara Pendaftaran Bagi Lembaga Keuangan dan Penyampaian Laporan Informasi Keuangan secara Otomatis, pelaporan data keuangan akan mulai diberlakukan pada April tahun ini hingga batas akhir April tahun berikutnya atau 1 Agustus tahun berikutnya khusus untuk laporan dalam rangka pelaksanaan perjanjian internasional.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Saksama menyatakan aplikasi kemungkinan bakal siap pada Februari ini. “Memang PER (Peraturan Dirjen Pajak) baru keluar sekarang dan aplikasi pun belum siap sepenuhnya, mungkin siap pekan depan,” ucapnya.

Advertisement

Sebelum pelaksanaan pelaporan secara otomatis, lembaga keuangan diwajibkan untuk mendaftarkan diri ke Ditjen Pajak sebagai pelapor ataupun nonpelapor dengan kriteria tertentu. Batas akhir pendaftaran yaitu akhir Februari 2018. (Baca juga: Data Keuangan Disetor, Pajak Undang 300 Wakil Regulator dan Industri)

Lembaga keuangan yang dimaksud di antaranya perbankan, asuransi, manajer investasi di pasar modal, hingga koperasi. Adapun untuk data nasabah perbankan, yang wajib disetor yaitu yang bersaldo di atas Rp 1 miliar. Pada 2017 lalu, menurut Yoga, terdapat 500 ribuan rekening dengan saldo tersebut. (Baca juga: Data 3-4 Juta Kartu Kredit Orang Kaya Berpotensi Disetor ke Pajak)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait