Hati-hati Salurkan Kredit, Bank Pilih Genggam SUN Rp 569 Triliun

“Mudah-mudahan seiring membaiknya ekonomi, bank mulai lebih banyak menyalurkan kredit dan mengurangi posisi di SBN,” kata Ekonom Lana Soelistianingsih.
Image title
13 Februari 2018, 14:48
Bank
Agung Samosir | Katadata

Kementerian Keuangan mencatat perbankan memegang Rp 569,88 triliun surat berharga negara (SBN) per 9 Februari 2018. Ini artinya, porsi kepemilikan SBN oleh perbankan mencapai 27,05%. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan besarnya penempatanan dana bank di SBN menunjukkan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit.

Lana menduga, bank masih ragu dengan kondisi ekonomi saat ini, maka itu belum mau menyalurkan kredit secara masif. Alhasil, bank memilih menempatkan dananya di SBN supaya dana tidak menganggur. “Tapi mudah-mudahan seiring membaiknya ekonomi, bank mulai menyalurkan kredit dengan lebih banyak dan mengurangi posisi di SBN,” kata dia kepada Katadata, Senin (12/2).

(Baca juga: Survei BI: Permintaan Kredit Meningkat, Bank Bersikap Selektif)

Ia menambahkan, penyaluran kredit juga harus tunduk dengan regulasi yang ketat. Maka itu, bank tidak bisa jor-joran. Ia mencontohkan ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BPMK) yang membatasi penyaluran kredit ke debitur yang sama. “Jadi dia harus mencari debitur yang lain yang bisa dia pinjamkan,” ucapnya.

Advertisement

Secara rinci, dari total Rp 569,86 triliun SBN yang dipegang perbankan per 9 Februari 2018, sebanyak Rp 533,13 triliun dipegang perbankan konvensional, sedangkan Rp 36,73 triliun sisanya dimiliki bank syariah. Jika dibandingkan dengan posisi sama tahun lalu, maka ada peningkatan sebesar Rp 25,31 triliun menjadi Rp 544,55 triliun.

Adapun pertumbuhan kredit bank terpantau masih lemah. Pada 2017 lalu, pertumbuhannya kurang dari 10%. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pertumbuhan bisa berkisar 10-12% tahun ini. Rendahnya pertumbuhan kredit juga seiring dengan konsolidasi yang dilakukan bank seiring meningkatnya tekanan kredit seret.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait