Lembaga Rating Jepang Kerek Peringkat RI, BI: Cermin Dunia Makin Yakin

JCR menilai kebijakan yang diambil pemerintah berdampak positif terhadap investasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan eksternal, dan efisiensi anggaran.
Image title
8 Februari 2018, 20:10
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA

Lembaga pemeringkat asal Jepang, Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) meningkatkan peringkat utang jangka panjang Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan prospek stabil. Peringkat tersebut satu level di atas batas bawah layak investasi (investment grade). Sebelumnya, lembaga pemeringkat lainnya yaitu Fitch Ratings telah melakukan langkah serupa pada Desember 2017.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo berpendapat peningkatan rating oleh JCR mencerminkan semakin meningkatnya keyakinan lembaga internasional terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan komitmen pemerintah untuk memperbaiki struktur ekonomi ke depan.

“Pencapaian ini juga menunjukkan upaya sinergi kebijakan yang harmonis antara Bank Indonesia dan Pemerintah yang mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan sehingga memberikan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Agus seperti dikutip dari keterangan tertulis BI, Kamis (8/2).

(Baca juga: Tak Ikut Jejak Fitch, Ini Alasan Moody's Tahan Rating Utang Indonesia)

Advertisement

Ke depan, ia menyatakan BI akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan di dalam bauran kebijakan yang ditempuh. Selain itu, BI akan terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendukung reformasi struktural pemerintah. 

Dalam siaran pers JCR, faktor kunci yang mendukung kenaikan rating Indonesia adalah sinergi pemerintah dalam melakukan reformasi struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. JCR pun memaparkan beberapa dampak positif dari kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah dan BI.

JCR menilai iklim investasi sudah semakin kondusif didorong berbagai Paket Kebijakan Ekonomi (PKE). PKE dan penurunan bunga acuan diakui telah mendorong peningkatan investasi swasta, khususnya sektor nonkomoditas.

Selain itu, momentum pembangunan infrastruktur menguat melalui inisiatif Proyek Strategis Nasional. Ketahanan Indonesia terhadap gejolak eksternal juga dinilai telah membaik seiring melambatnya pertumbuhan utang luar negeri korporasi, terkendalinya defisit transaksi berjalan serta cadangan devisa yang tebal.

Adapun sektor perbankan Indonesia dinilai berada pada kondisi yang sehat. Pembiayaan melalui pasar keuangan menguat tercermin dari penerbitan saham, obligasi, dan Medium Term Notes (MTN) yang meningkat. Dari sisi fiskal, JCR mengakui reformasi fiskal berupa pengalihan belanja subsidi kepada belanja infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan telah mengurangi defisit fiskal dan meningkatkan efisiensi belanja.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait