Gejolak Bursa Saham Global, Sri Mulyani Fokus Jaga Stabilitas Domestik

Indeks di bursa saham global berjatuhan, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 1,69% pada Selasa (6/2).
Rizky Alika
6 Februari 2018, 21:26
Sri Mulyani
Arief Kamaludin (Katadata)

Indeks bursa saham dunia berjatuhan di awal Februari ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah akan mencermati kondisi yang dipicu oleh koreksi tajam di bursa Amerika Serikat (AS) tersebut. Adapun kebijakan fiskal dan moneter akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

"Seluruh kebijakan pemerintah akan terus diperkuat. Sekarang ini dari sisi makro kami ingin terus menyampaikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter, keduanya dijaga untuk stabilitas perekonomian Indonesia,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/2). (Baca juga: Dirut BEI: Ketidakpastian Ekonomi AS Picu Kepanikan Investor)

Selain itu, kebijakan juga akan tetap berfokus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang terpantau membaik di kuartal IV 2017 lalu. Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan menjaga agar investasi bisa tumbuh di atas 7%, ekspor di atas 8%, dan konsumsi rumah tangga kembali ke kisaran 5% tahun ini. Belanja pemerintah juga akan digunakan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.

Adapun di tengah upaya menggenjot ekonomi, fundamental makro akan terus dijaga untuk meyakinkan semua pihak bahwa stabilitas bisa tetap terjaga. Fundamental makro yang dimaksud seperti defisit anggaran yang konservatif di level 2,19%, inflasi rendah dan nilai tukar rupiah yang terjaga volatilitasnya.

Advertisement

Pada Selasa (6/2), mayoritas indeks di bursa Asia anjlok. Koreksi terbesar dialami indeks Hang Seng di Hong Kong yaitu sebesar 5,12%. Nikkei 225 dan Topix (Tokyo) di Jepang juga terkoreksi masing-masing 4,73% dan 4,4%, demikian juga dengan CSI 300 di Tiongkok turun 2,93%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,69%.

Indeks di bursa Eropa juga melemah. Saat berita ini ditulis, Euro Stoxx 50 Pr turun 2,56%. Adapun sehari sebelumnya, indeks utama di bursa AS mengalami koreksi dalam. Indeks Dow Jones ditutup turun 4,6%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait