Tekan Biaya Penyaluran KUR, Perbankan Mulai Gandeng Fintech

Bank Mandiri menggandeng perusahaan teknologi finansial Amartha Mikro Fintech untuk menyalurkan KUR. Biaya penyaluran lebih murah, kredit bermasalah kecil.
Image title
Oleh Rizky Alika
5 Januari 2018, 12:22
Fintech
Arief Kamaludin | Katadata

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebut perbankan semakin efisien dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu lantaran bank mulai menggandeng perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech).

Menurut Iskandar, kerja sama dengan fintech sudah dilakukan oleh Bank Mandiri. Bank pelat merah tersebut menggandeng PT Amartha Mikro Fintek yang selama ini memfasilitasi peer to peer lending alias pinjam-meminjam perseorangan.

"Itu modelnya mereka (Amartha) punya biometrik data masing-masing anggotanya (peminjam). Jadi Mandiri menyalurkan melaui fintech, lalu fintech itu menyalurkan ke kelompok (peminjam),” kata Iskandar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (4/1). (Baca juga: Pembiayaan 27 Fintech yang Terdaftar di OJK Capai Rp 2,2 Triliun)

Menurut dia, kerja sama tersebut telah berhasil membuat biaya yang harus dikeluarkan bank untuk menyalurkan dan menagih kredit menjadi lebih murah. Sebab, bank tak perlu mengeluarkan ongkos transportasi yang mahal untuk mendatangi krediturnya.

Rasio kredit bermasalah ((Non Performing Loan/NPL) dengan skema tersebut juga diklaim sangat rendah. “Itu hampir nol persen rasio NPL-nya,” kata dia. (Baca juga: Orang Indonesia Gemar Ikuti Tren, Fintech Diramal Makin Moncer)

Sepanjang Januari-November 2017, Iskandar mencatat penyaluran KUR telah mencapai Rp 95,6 triliun atau 89,6% dari target yang sebesar Rp 106,6 triliun. Ia pun berharap realisasi hingga akhir tahun lalu bisa di kisaran 92-93%. Adapun posisi NPL KUR tercatat rendah yaitu hanya 0,22% pada November 2017.

Video Pilihan

Artikel Terkait