Belanja Akan Melonjak di Akhir Tahun, Defisit APBN Diprediksi 2,7%

Realisasi belanja negara baru 78-80% terhadap PDB dari target yang sebesar Rp 2.133,3 triliun tahun ini.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
5 Desember 2017, 19:24
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA

Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono mengungkapkan realisasi belanja negara baru mencapai 78-80% dari target yang sebesar Rp 2.133,3 triliun tahun ini. Namun, para ekonom memprediksi realisasinya bakal melonjak di akhir tahun ini.

Marwanto menjelaskan, realisasi belanja yang baru 78-80% tersebut bisa jadi akibat adanya efisiensi, bukan karena buruknya kinerja pemerintah. "Bisa jadi karena efisiensi, output-nya sudah jadi 100%. Itu harus jadi pertimbangan," kata dia, Senin (4/12).

Ia pun menekankan, belanja negara tak terkendala arus kas (cashflow) lantaran penerimaan yang seret. Menurut dia, kas negara masih aman untuk memenuhi kebutuhan belanja. Saat ini, pemerintah mencatat Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp 72 triliun. Dana tersebut bisa digunakan untuk pembiayaan belanja di awal tahun depan.

(Baca juga: Pemerintah Cairkan Rp 3,6 Triliun untuk Tambal Defisit BPJS Kesehatan)

Adapun Ekonom Eric Sugandi mengatakan, biasanya belanja pemerintah akan meningkat di Desember. Sebab, sistem yang digunakan adalah reimbursement ke beberapa kontraktor. Selain itu, beberapa kementerian dan lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) menggenjot penyerapan di kuartal IV.

Meski belanja negara akan meningkat, Eric meyakini defisit anggaran terkendali. "Saya perkirakan defisit anggaran akan di 2,7% dari PDB," ucapnya. Prediksi tersebut sejalan dengan prediksi pemerintah yaitu sebesar 2,67%, namun di bawah target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 2,9%.

(Baca juga: Jokowi Utamakan APBN Bebas Korupsi daripada Opini WTP dari BPK)

Prediksi yang sama juga disampaikan Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra. “Defisit 2,6-2,7% terhadap PDB tahun ini,” ucapnya. Adapun hingga akhir Novermber lalu, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan, defisit anggaran berkisar 2,22% terhadap PDB. "Defisitnya masih aman,” ucapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait