Bank of Tokyo Dikabarkan Akuisisi Danamon Senilai Rp 23 Triliun

BTMU dikabarkan mengincar kepemilikan mayoritas di Bank Danamon secara bertahap.
Martha Ruth Thertina
Oleh Martha Ruth Thertina
9 November 2017, 11:44
Bank Danamon
Arief Kamaludin|Katadata

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) berencana membeli sekitar 40% saham Bank Danamon. Langkah tersebut sebagai bagian dari perluasan bisnis perusahaan di Asia Tenggara. Nilai transaksi disebut-sebut berkisar US$ 1,76 miliar atau setara Rp 23,7 triliun (dengan kurs saat ini).

Nikkei memberitakan, induk usaha BTMU yaitu Mitsubishi UFJ Financial Group memutuskan untuk memulai negosiasi dengan Danamaon dan pemegang saham mayoritasnya, yaitu perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Temasek Holding. Proses akuisisi diharapkan bisa berlangsung paling cepat pertengahan 2018. 

Bank Danamon tercatat sebagai bank dengan total aset terbesar kelima di Indonesia. Per akhir September 2017, laba Danamon mencapai Rp 3 triliun atau naik 21% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), Temasek Holding melalui Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. memegang 67,37% saham Danamon. Selebihnya, saham Danamon dipegang masyarakat 26,12%, dan JPMCB-Franklin Templeton Investment Fund 6,51%.

BTMU dikabarkan mengincar kepemilikan masyoritas di Bank Danamon secara bertahap. Sebab, sesuai ketentuan otoritas Indonesia, kepemilikan asing di perbankan domestik dibatasi maksimal 40%. Batasan tersebut bisa diperlonggar dengan persyaratan tertentu, di antaranya komitmen untuk berkontribusi pada ekonomi lokal.

Adapun BTMU bukan pemain baru di industri perbankan domestik. BTMU telah beroperasi di Indonesia hampir 60 tahun dengan status Kantor Cabang Bank Asing (KCBA). Ini artinya, jika BTMU menjadi pemegang saham pengendali di Danamon, perusahaan bakal berhadapan dengan ketentuan tentang Kepemilikan Tunggal Pada Perbankan Indonesia atau single presence policy yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 14/24/2012.

Beberapa opsi yang bisa diambil BTMU yaitu melakukan merger/konsolidasi di antara bank-bank yang dikendalikannya, membentuk perusahaan induk (holding) di bidang perbankan, atau membentuk fungsi holding.

Video Pilihan

Artikel Terkait