Wadirut Diberhentikan, Dirut BRI Mengaku Tak Tahu Alasan Pemerintah

“Kami sendiri juga sebetulnya masih sangat perlu Pak Narso dan Pak Randi tapi kementerian mungkin punya rencana lain,” kata Dirut BRI Supradjarto.
Desy Setyowati
18 Oktober 2017, 18:35
Bank BRI
KATADATA
Bank BRI

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan untuk memberhentikan Wakil Direktur Utama Sunarso dan menghapus jabatan tersebut. Selain itu, RUPSLB memberhentikan Direktur Konsumer Randi Anto dan Komisaris Independen Adhyaksa Dault.

Direktur Utama BRI Supradjarto menyatakan tidak mengetahui alasan pemegang saham utama yaitu pemerintah memberhentikan dua direkturnya. “Yang tahu persis adalah Kementerian (BUMN),” kata dia usai RUPSLB, Rabu (18/10). “Kami sendiri juga sebetulnya masih sangat perlu Pak Narso dan Pak Randi tapi kementerian mungkin punya rencana lain.”

Sebagai gantinya, pemegang saham mengangkat dua direktur baru yaitu Handayani sebagai Direktur Konsumer menggantikan Randi Anto dan Sophia Alisza sebagai Direktur Human Capital.

Saat ini, Handayani masih menjabat Direktur di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sebelumnya, ia pernah menjabat Direktur Komersial PT Garuda Indonesia dan PT AXA Mandiri Financial Services.

Sementara itu, Sophia masih menjabat Direktur di Perum Jamkrindo. Sebelumnya, ia pernah menjabat di BRI sebagai Kepala Divisi Retail Business Network dan Senior Vice President.

Adapun untuk menggantikan posisi Adhyaksa Dault sebagai Komisaris Independen, pemegang saham mengangkat Komisaris Utama Inna Group Rofikoh Rokhim.

Selain melakukan perombakan direksi dan komisaris, RUPSLB menyepakati rencana pemecahan nominal saham (stock split) BRI dengan rasio 1:5. Dengan aksi korporasi tersebut, harga saham emiten berkode bursa BBRI tersebut bakal lebih terjangkau oleh masyarakat sehingga sahamnya semakin likuid. (Baca juga: Bank BRI Pecah Nilai Saham 1:5 untuk Tarik Investor Retail)

“Tujuan utama stock split, pemegang saham BBRI atau investor retail akan meningkat, sehingga diharapkan frekuensi perdagangan saham BBRI juga akan meningkat,” kata dia. Rencananya, perdagangan dengan nilai nominal setelah pemecahan akan dilaksanakan pada 10 November 2017. 

Video Pilihan

Artikel Terkait