Bank BRI Pecah Nilai Saham 1:5 untuk Tarik Investor Retail

Harga saham BBRI sudah meningkat tinggi. Seiring tingginya harga, volume perdagangan saham menunjukkan tren penurunan.
Martha Ruth Thertina
17 Oktober 2017, 21:46
bank bri
KATADATA
bank bri

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berencana melakukan pemecahan nilai saham alias stock split dengan rasio 1:5 pada November tahun ini. Aksi korporasi tersebut dilakukan lantaran harga saham emiten berkode BBRI tersebut sudah naiktinggi. Seiring tingginya harga, volume perdagangan saham menunjukkan tren penurunan.

Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan, harga saham BBRI mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 14,02%. Dengan harga saham yang lebih terjangkau setelah stock split, perseroan berharap basis investor retail domestik bertambah sehingga likuiditas perdagangan meningkat.

“Keberadaan investor retail domestik diharapkan mampu memberi keseimbangan, sekaligus mendukung program ‘menabung saham’ serta memberikan kesempatan pada investor retail domestik untuk mampu memiliki saham blue chip,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Katadata, Selasa (17/10). (Baca juga: BRI Bidik Aset Perusahaan Bertambah Rp 700 T dalam Lima Tahun)

Sebelumnya, Bank BRI bersama dengan Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentra Efek Indonesia bekerja sama menyelenggarakan program Desa Nabung Saham yang bertujuan agar semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat pedesaan bisa berinvestasi di instrumen saham.

Hari menambahkan pelaksanaan stock split juga mencerminkan optimisme perseroan terhadap pertumbuhan bisnis ke depan. Adapun perseroan melaksanakan stock split dengan rasio 1:5 dengan pertimbangan bahwa rasio dimaksud merupakan rasio yang paling optimal bagi investor ritel.

Harga saham setelah stock split berada pada kisaran Rp 3.000 dengan harga nominal menjadi Rp 50 per saham dan fraksi harga Rp10. Rencananya, perdagangan dengan nilai nominal setelah stock split akan dilaksanakan pada 10 November 2017.

Perseroan bakal mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (18/10) untuk meminta persetujuan atas aksi korporasi tersebut. Sebelumnya, BBRI pernah melakukan aksi korporasi serupa pada 2011.

Video Pilihan

Artikel Terkait