Rupiah Terus Melemah Dekati Level 13.600 per Dolar AS

Kurs rupiah diprediksi masih akan bergerak di kisaran Rp 13.500-13.600 per dolar AS untuk beberapa waktu ke depan. Level 13.500 dinilai sesuai fundamental.
Martha Ruth Thertina
Oleh Martha Ruth Thertina
3 Oktober 2017, 15:19
Uang rupiah
Arief Kamaludin|Katadata

Pelemahan nilai tukar mata uang dunia, termasuk rupiah masih berlanjut. Rupiah nyaris menembus level Rp 13.600 per dolar AS pada perdagangan Selasa (3/10), di atas level nilai tukar sepanjang tahun ini yang di kisaran 13.300an. Nilai tukar rupiah diprediksi akan bertengger di kisaran 13.500-13.600 untuk beberapa waktu ke depan.

Mengacu pada data Bloomberg, hingga pukul 14.50 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di rentang 13.534-13.592 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh kondisi eksternal dan domestik. (Baca juga: Ditekan Sentimen Global, Kurs Rupiah Tak Sekuat Ringgit dan Bath)

Kondisi eksternal yang dia maksud yaitu pengumuman reformasi pajak di AS yang bakal membuat pajak individu dan korporasi di Negeri Paman Sam lebih rendah. Selain itu, pernyataan Gubernur bank sentral AS Janet Yellen tentang kenaikan bunga dana AS di akhir tahun.

“Dari dalam negeri, data manufaktur yang mengalami penurunan dan data inflasi (September) yang diumumkan kemarin yang sedikit lebih tinggi dari ekspektasi juga memberi tekanan pada rupiah,” kata David kepada Katadata, Selasa (3/10). (Baca juga:  Menko Perekonomian Menilai Inflasi September Masih Baik)

Meski begitu, ia menekankan, kondisi eksternal menjadi faktor utama pelemahan nilai tukar rupiah. Sebab, pelemahan juga dialami mata uang dunia lainnya. “Semua emerging market currency dan bahkan hard currency seperti euro melemah,” kata David.

Dalam beberapa waktu ke depan, menurut dia, perkembangan nilai tukar akan dipengaruhi rilis data-data ekonomi AS. Sebab, data-data tersebut akan menjadi landasan bagi bank sentral AS dalam menetapkan kebijakan bunga dananya.

Ia memperkirakan rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp 13.500-13.600 per dolar AS untuk beberapa waktu ke depan. Meski lebih lemah dibanding sepanjang tahun ini, ia menilai level tersebut justru sesuai dengan fundamental ekonomi. “Level 13.500 sebenarnya nilai fundamental rupiah. Sebelumnya, 13.200-13.300 lebih kuat dari fundamental,” ucapnya.

Hingga Selasa (3/10) pukul 14.50 WIB, rupe India tercatat paling melemah di antara nilai tukar Asia lainnya dengan penurunan sebesar 0,43%, diikuti yen Jepang sebesar 0,32%. Adapun pelemahan rupiah, ringgit Malaysia, bath Thailand, peso Filipina, dolar Taiwan, dan won Korea mereda, melemah tipis kurang dari 0,1%. Di sisi lain, yuan Tiongkok tercatat menguat 0,12%.

Video Pilihan

Artikel Terkait