Chatib Basri Prediksi Ekonomi 2017 Sulit Capai Target

Porsi utang Indonesia yang meningkat harus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
26 September 2017, 18:09
Arief Kamaludin
Arief Kamaludin | KATADATA
Chatib Basri KATADATA|Arief Kamaludin

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 akan sulit mencapai target yang sebesar 5,2%. Alasannya, investasi dan belanja pemerintah belum terlihat ekspansif.

Meski begitu, ia berharap pemerintah dapat membuat gebrakan sehingga ekonomi bisa mencapai target. "Tapi saya kira hanya bisa mencapai 5,1%," ujar Chatib saat ditemui di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Selasa (26/9). (Baca juga: Target Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Meleset Meski Bunga Acuan Rendah)

Adapun pertumbuhan ekonomi tahun ini didorong oleh faktor konsumsi yang mengalami kenaikan. Menggeliatnya konsumsi disebabkan oleh meningkatnya pendapatan masyarakat terkait naiknya harga komoditas terutama batu bara dan minyak sawit. (Baca juga: Bank Pembangunan Asia Sebut Prospek Ekonomi Indonesia Menguat)

Selain itu, ekspor Indonesia juga diprediksi meningkat seiring kondisi ekonomi global yang membaik. "Kalau investasi dan pengeluaran pemerintah itu saya belum lihat (dampaknya)," kata dia. (Baca juga: Kemenkeu Prediksi Sisa Anggaran Tahun Ini Melebihi Rp 70 Triliun)

Dalam kesempatan itu, Chatib pun mengingatkan, pemerintah harus memastikan agar porsi utang yang meningkat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, utang harus disalurkan ke sektor-sektor produktif. Jangan sampai utang digunakan untuk sesuatu yang tidak menghasilkan apa-apa.

Sejauh ini, ia memastikan rasio utang terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) masih tergolong kecil yakni di level 28%. Atas dasar itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap rasio utang Indonesia tersebut.

"Tapi bukan berarti tidak usah diperhatikan. Hanya selama diigunakan return-nya lebih tinggi daripada bunga yang dibayar ya tidak masalah," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait