Bank Turunkan Bunga, Deposan Diprediksi Tarik Dananya

Likuiditas bank akan tetap terjaga lantaran bunga dari instrumen investasi lainnya yakni Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami tren penurunan.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
14 September 2017, 17:20
Bank
Agung Samosir | Katadata

Penurunan bunga bank masih akan berlanjut menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas kembali bunga acuan alias BI 7 Days Repo Rate sebesar 0,25% ke level 4,5% Agustus lalu. Kondisi ini bisa mendorong nasabah menarik dananya keluar dari deposito bank untuk mencari penempatan yang lebih menguntungkan.

Ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menjelaskan, sepanjang 2017 ini, minat masyarakat untuk menyimpan dana di bank cukup besar. Alhasil, untuk pertama kalinya, jumlah simpanan yang dijamin LPS pun mencapai 52% dari total dana nasabah. Sebelumnya, jumlahnya kurang dari 50%.

Namun, penurunan bunga bank diakuinya dapat membuat dana deposito kembali keluar, setidaknya pada tiga bulan terakhir tahun ini. Meski begitu, ia memprediksi, likuiditas bank akan tetap terjaga. Apalagi, bunga dari instrumen investasi lainnya yakni Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami tren penurunan dari 8% menjadi rata-rata 5,5-6%.

Ia mengatakan bakal ada kesimbangan baru dalam pergerakan dana masyarakat, termasuk dana investor asing. "Itu akan terjadi keseimbangan. Tidak banyak negara yang perekonominannya sebaik Indonesia dengan suku bunga nya masih menarik,” kata Halim saat Konferensi Pers, di Equity Tower, Jakarta, Kamis (14/9). (Baca juga: Bunga Acuan Turun, Bank Mandiri Bisa Turunkan Bunga Deposito 0,5%)

Sementara itu, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, likuiditas perbankan cukup banyak. Sebab, pertumbuhan kredit bank secara industri masih belum tinggi, kurang dari 10%. Hal ini seiring dengan kondisi perekonomian yang belum terlalu baik. (Baca juga: LPS Prediksi Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Hanya 9%)

Di satu sisi, penurunan bunga deposito yang berlanjut pada bunga kredit diyakini bakal membuat dana yang menumpuk di bank mengalir ke sektor produktif. Sebab, biaya kredit jadi semakin murah. "Kredit bisa digenjot di sektor infrastruktur. Tentunya dengan perbaikan ekonomi global, sektor ekspor Indonesia juga bisa semakin kuat agar bisa menyerap kredit," ujarnya.

Di sisi lain, penurunan bunga deposito juga bisa saja membuat pemilik dana mencari instrumen penempatan lain yang lebih menguntungkan. Tapi, ia optimistis deposito bank tetap diminati lantaran suku bunga SBN dalam kecendrungan turun. “Walaupun altenatif lainnya, dana ini juga bisa lari ke saham atau sektor properti juga," kata Fauzi. 

Video Pilihan

Artikel Terkait