DBS Luncurkan Digibank di Indonesia, Targetkan 3,5 Juta Nasabah

Digibank bukan produk internet banking, melainkan bank. Struktur biaya Digibank lebih efisien karena berbentuk virtual. Alhasil, nasabah bisa mendapat layanan gratis hingga bunga simpanan tinggi.
Martha Ruth Thertina
Oleh Martha Ruth Thertina
29 Agustus 2017, 21:34
DBS bank
Katadata | Arief Kamaludin

Bank asal Singapura DBS meluncurkan bank berbasis mobile "Digibank" di Indonesia. Peluncuran tersebut menyusul kesuksesan Digibank di India. DBS percaya diri Digibank bisa menggaet 3,5 juta nasabah di Tanah Air dalam kurun waktu lima tahun.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, pengguna internet dan ponsel pintar atau smartphone bertumbuh pesat di Indonesia. Nasabah pun semakin menginginkan transaksi perbankan yang sederhana, cepat dan praktis, kapan saja dan dari mana saja. Keinginan inilah yang dijawab DBS melalui Digibank.

“Kami melihat the next disruption poin (pembawa perubahan berikutnya) itu di banking smartphone . Kalau kami bisa bikin banking di smartphone, saya rasa itu bisa menjadi disruption poin,” ucap paulus dalam Konferensi Pers peluncuran Digibank di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (29/8). (Baca juga: Keluarkan Investasi Besar, Bank Berlomba Buat Layanan Digital)

Head of Digital Banking DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto menjelaskan, Digibank bukanlah produk mobile banking ataupun internet banking melainkan bank. “Kami membuat bank inside smartphone (di dalam ponsel pintar),” kata dia. Dengan begitu, nasabah bisa mendapatkan berbagai layanan tanpa harus datang ke kantor cabang bank.

Layanan yang dimaksud dari mulai membuka rekening dengan memanfaatkan verifikasi melalui teknologi biometrik, transfer dana hingga Rp 500 juta per hari, hingga penempatan dana di produk deposito. Digibank juga memiliki layanan asisten virtual berteknologi artificial intelligence yang siap membantu menjawab pertanyaan nasabah layaknya petugas bank. Selain itu, ada juga fitur perencanaan dan pengawasan finansial.

Lantaran Digibank berbentuk virtual, struktur biaya menjadi jauh lebih efisien dibanding perbankan dengan cabang fisik. Alhasil, nasabah bisa menikmati transaksi murah bahkan gratis dan bunga simpanan yang lebih tinggi. “Dengan saving (penghematan) tersebut kami bisa memberikan benefit  (keuntungan) untuk nasabah,” ujarnya. Sayangnya, Leonardo enggan menyebut besaran investasi yang dikeluarkan DBS untuk Digibank.

Sebagai gambaran, pembukaan rekening, transfer dana, hingga tarik tunai dengan kartu Visa keluaran Digibank di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) manapun bebas biaya administrasi. Selain itu, Digibank juga menawarkan bunga tabungan sebesar 3% dan deposito hingga 6,25%.

Director of Consumer Banking Group DBS Indonesia Wawan Salum mengatakan pihaknya bakal terus menyesuaikan fitur-fitur yang dimilki Digibank dengan melihat kebutuhan nasabah. Ia pun tak menutup kemungkinan bakal menambahkan fitur kredit. “Kami akan terus melakukan pengembangan,” ujarnya.

Adapun Digibank diklaim sudah memiliki nasabah yang cukup banyak. Sejak dilakukan soft launching pada Mei lalu, Digibank telah memiliki 13 ribu nasabah tanpa upaya pemasaran (marketing). “Kami bersyukur animo cukup baik, kami sudah dapat customer,” kata dia. Namun, untuk saat ini, Digibank baru bisa melayani nasabah di wilayah Jabodetabek.

Sebelumnya, Digibank telah duluan diluncurkan di India pada April tahun lalu. Hingga kini, nasabahnya diklaim telah mencapai 1,5 juta. Adapun di Indonesia, DBS melihat potensi besar berkembangnya Digibank meskipun ada bank lain yang sudah duluan mengembangkan bank berbasis mobile., sebut saja Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dengan Jenius. Keyakinan DBS itu mengacu pada sejumlah survei.

Survei Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, misalnya, menyatakan bahwa sebanyak 132,7 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Survei lainnya menyebutkan 91% penduduk Indonesia menggunakan ponsel, dan 47% di antaranya menggunakan ponsel pintar.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa aktivitas internet banking di Indonesia naik 270% dari 13,6 juta nasabah di 2012 menjadi 54 juta nasabah di 2016. Seiring pertumbuhan tersebut, jumlah transaksinya juga meningkat 169% dari 150,8 juta transaksi di 2012 menjadi 406,6 juta transaksi di 2016.

Video Pilihan

Artikel Terkait