Genjot Ekonomi, Pemerintah Tarik Investasi Lewat Paket Kebijakan Baru

Pemerintah mengincar 5% investasi dunia mengalir ke Indonesia.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
8 Agustus 2017, 19:54
Pertumbuhan Perkantoran New
Donang Wahyu | KATADATA

Realisasi pertumbuhan ekonomi semester I 2017 hanya mencapai 5,01%. Alhasil, pemerintah harus berupaya keras mengejar target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,2% untuk keseluruhan tahun. Salah satu upayanya, menarik investasi melalui paket kebijakan ekonomi terbaru.  

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah menargetkan investasi tumbuh 5,8% tahun ini, atau lebih tinggi dari target awal yang sebesar 5,4%. “Investasi kami akan dorong kenaikan di atas 5,8%. Caranya, kami siapkan paket yang besar. Mungkin minggu depan akan kami launching (luncurkan),” kata dia di kantornya, Jakarta, Selasa (8/8). 

Darmin menjelaskan, paket kebijakan tersebut akan melibatkan kebijakan di semua kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah. Tujuan utamanya, mengurangi kebijakan-kebijakan ganda yang menyulitkan investor. “Karena selama ini keluhannya paling-paling, deregulasi sudah banyak kok di lapangan masih ada (yang menghambat investasi),” ucapnya.

Ditemui di kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, paket kebijakan anyar tersebut akan mengatur tentang penurunan jumlah barang larangan terbatas alias lartas impor. Dengan jalan itu, biaya importasi diharapkan lebih murah. (Baca juga: Permudah Impor, Pemerintah Pangkas Barang Lartas, Buat Tim Keluh Kesah)

Menurut catatan pemerintah, Dari total 10.829 kode harmonized system(HS) barang yang tercatat dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI), sebanyak 5.299 di antaranya atau 49% merupakan barang lartas. Pemerintah menargetkan jumlah barang lartas berkurang menjadi hanya 17% sebagaimana diterapkan di Malaysia dan Thailand.  

Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan, paket kebijakan juga ditujukan untuk mendorong kemudahan di bidang logistik. “Sehingga supply (pasokan) bisa diperbaiki dan movement atau pergerakan barang antarpulau bisa diakselerasi,” ucapnya.

Sebelumnya, paket kebijakan ini juga pernah disinggung Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A. Djalil. Menurut dia, paket kebijakan anyar tersebut bakal membabat habis birokrasi yang menghambat investasi.

Harapannya, investasi yang masuk ke Indonesia bisa terus meningkat hingga nilainya minimal berkisar 5% dari total investasi dunia. Adapun sejauh ini, investasi yang masuk ke Indonesia masih sekitar 1,97% dari total investasi dunia.

Adapun sejauh ini, pemerintah tercatat telah menerbitkan 15 paket kebijakan ekonomi untuk mendorong investasi. Namun, Deputi Menko Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi, 15 paket kebijakan tersebut belum cukup berhasil menarik investasi. (Baca juga: Permudah Impor, Pemerintah Pangkas Barang Lartas, Buat Tim Keluh Kesah)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait